Kebijakan Tarif Impor Donald Trump Kembali Disorot, Dampaknya Masih Terasa di Pasar Global

0
Iran
Presiden Donald Trump. Foto : rri.co.id

NARASITODAY.COM, NASIONAL – Kebijakan tarif impor yang diperkenalkan Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan di tengah dinamika perdagangan global, Senin (23/02/2026).

Kebijakan tersebut sebelumnya memicu ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan sejumlah negara mitra, terutama Tiongkok.

Pada masa pemerintahannya, Trump menerapkan tarif tambahan terhadap berbagai produk impor dengan alasan melindungi industri dalam negeri serta menekan defisit perdagangan.

Produk baja, aluminium, dan sejumlah barang manufaktur menjadi sasaran utama kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Terjepit Birokrasi AS, Iran Resmi Protes ke FIFA Terkait Pembatasan Perjalanan Piala Dunia 2026

Langkah itu memicu respons balasan dari Tiongkok yang mengenakan tarif terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat.

Kebijakan saling balas tersebut kemudian berkembang menjadi perang dagang yang berdampak pada stabilitas pasar global, termasuk pergerakan nilai tukar mata uang dan harga komoditas internasional.

Sejumlah ekonom menilai kebijakan tarif tersebut membawa dampak ganda. Di satu sisi, industri domestik Amerika Serikat tertentu mendapatkan perlindungan dari tekanan impor. Namun di sisi lain, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi kenaikan biaya produksi yang berimbas pada harga barang di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Amerika Serikat Ajukan Permintaan Blanket Overflight Clearance ke Indonesia, Kontroversi Mewarnai Hubungan Bilateral

Dampak tidak langsung juga dirasakan di kawasan Asia, termasuk Indonesia, melalui fluktuasi harga komoditas dan perubahan arus perdagangan.

Beberapa negara memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperluas akses ke pasar alternatif, sementara lainnya menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  AS Kerahkan Kapal Induk dari Laut Cina Selatan, Bayangan Perang Menghantui Teluk

Meski kebijakan itu diberlakukan pada periode kepemimpinan Trump, perdebatan mengenai proteksionisme dan perdagangan bebas masih berlangsung hingga kini.

Sejumlah analis menyebut kebijakan tarif era Trump telah mengubah arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan meninggalkan dampak jangka panjang dalam hubungan dagang internasional.

Pelaku pasar dan pemerintah di berbagai negara kini terus mencermati arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, mengingat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Editor : Andreas