NARASITODAY.COM, JAKARTA- Kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelabuhan Indonesia (Persero) kembali jadi bahan obrolan hangat di kalangan pelaku usaha logistik.
Di bawah kepemimpinan mantan Direktur Utama Arif Suhartono, perusahaan pelat merah ini mencatatkan tren laba yang kian “berlayar mulus” hingga awal 2026.
Pasca-merger empat entitas Pelindo pada Oktober 2021, perusahaan melakukan pembenahan besar-besaran. Hasilnya mulai terasa.
Berdasarkan laporan kinerja, pendapatan usaha sepanjang 2024 tercatat sebesar Rp34,8 triliun.
Sementara pada Semester I 2025, laba bersih mencapai Rp1,6 triliun melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp611 miliar.
Tak hanya angka di atas kertas, arus peti kemas pun ikut “ramai seperti musim mudik”.
Target arus peti kemas 2025 dipatok sekitar 18,3 juta TEUs. Memasuki awal 2026, tren kenaikan volume tercatat di sejumlah terminal, termasuk TPK Perawang dan TPK Pontianak.
Kontribusi kepada negara juga tak kalah mencolok. Hingga akhir 2024 dan awal 2025, Pelindo menyetorkan sekitar Rp7,47 triliun dalam bentuk dividen, pajak, dan PNBP.
Angka ini menjadi bukti bahwa aktivitas bongkar muat tak sekadar memindahkan kontainer, tetapi juga menggerakkan roda penerimaan negara.
Sejumlah faktor dinilai menjadi kunci kenaikan laba di era Arif Suhartono.
Transformasi pasca-merger membuat koordinasi operasional lebih ringkas dan biaya yang tumpang tindih bisa ditekan.
Standardisasi layanan di berbagai pelabuhan juga berdampak pada turunnya port stay dan dwelling time kapal tak lagi “berlama-lama ngopi” di dermaga.
Digitalisasi pun menjadi jurus andalan. Sistem seperti Phinisi dan aplikasi logistik lainnya mempercepat proses administrasi dan operasional.
Hingga 2025, value creation dari hasil merger dilaporkan telah menembus lebih dari Rp4,8 triliun, mendekati target Rp5,8 triliun yang ditetapkan sejak awal penggabungan.
Tak heran, pada akhir 2025 Pelindo kembali masuk daftar Fortune Indonesia 100 dan bertengger di peringkat ke-37 perusahaan dengan pendapatan terbesar.
Capaian itu mempertegas posisi Pelindo sebagai salah satu pemain utama infrastruktur nasional.
Dengan capaian tersebut, era kepemimpinan Arif Suhartono dinilai meninggalkan fondasi kuat bagi kinerja perusahaan ke depan.
Di tengah dinamika ekonomi global, Pelindo membuktikan bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar, tetapi juga titik temu antara strategi, efisiensi, dan kontribusi nyata bagi negara.
Editor : Andreas














