NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sahur merupakan momen penting bagi umat Muslim untuk mengisi energi sebelum menjalani puasa seharian penuh. Karena itu, pemilihan makanan dan minuman saat sahur perlu diperhatikan agar tubuh tetap kuat hingga waktu berbuka.
Meski banyak orang terbiasa minum teh saat sahur, kebiasaan ini kerap tidak direkomendasikan oleh ahli gizi. Pasalnya, teh mengandung kafein. Walaupun kadarnya tidak setinggi kopi, kafein tetap memiliki efek diuretik ringan yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil.
Kondisi tersebut berisiko menyebabkan cairan tubuh lebih cepat berkurang, sehingga rasa haus saat berpuasa bisa muncul lebih awal.
Selain itu, teh juga mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa tanin mampu mengikat mineral tertentu sehingga penyerapannya dalam tubuh menjadi kurang optimal.
Jika teh dikonsumsi bersamaan dengan makan sahur, asupan nutrisi yang masuk berpotensi tidak terserap maksimal. Akibatnya, tubuh bisa lebih cepat terasa lemas selama berpuasa.
Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah juga dianjurkan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 195 yang mengingatkan agar tidak membahayakan diri sendiri.
Karena itu, memilih asupan bergizi saat sahur menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kondisi tubuh selama Ramadan.
Meski demikian, minum teh bukan berarti sepenuhnya dilarang. Para ahli menyarankan agar teh dikonsumsi setelah berbuka atau diberi jeda beberapa waktu setelah makan sahur. Dengan cara tersebut, kebutuhan cairan dan nutrisi tetap terpenuhi sehingga puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














