Meksiko Menjamin Keamanan Piala Dunia 2026 Pasca-Tewasnya Gembong Kartel “El Mencho”

0
Meksiko
Ilustrasi bendera nasional Meksiko yang berkibar tertiup angin.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MEXICO CITY – Kepulan asap pembakaran bus dan blokade jalan yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Jalisco, Pemerintah Meksiko bergerak cepat untuk menenangkan dunia.

Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa guncangan keamanan akibat tewasnya buronan paling dicari, Nemesio Oseguera alias “El Mencho”, tidak akan mengganggu perhelatan akbar FIFA World Cup 2026.

Tewasnya pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) dalam operasi militer akhir pekan lalu memang memicu gelombang kekerasan balasan dari para loyalisnya. Namun, di balik ketegangan tersebut, Sheinbaum memastikan bahwa karpet merah bagi para penggemar sepak bola dunia tetap terbentang aman.

Baca Juga :  Gabriel Jesus Comeback, Arsenal Makin Tajam di Liga Champions

Meksiko dijadwalkan menggelar 13 dari total 104 pertandingan Piala Dunia yang tersebar di tiga kota utama yaitu Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara. Meskipun Guadalajara berada di jantung Negara Bagian Jalisco titik pusat kerusuhan saat ini otoritas menjamin stabilitas akan segera pulih sebelum kick-off pada 11 Juni 2026.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, menepis spekulasi mengenai pemindahan lokasi pertandingan akibat faktor keamanan. Ia menegaskan komitmen penuh wilayahnya untuk tetap menjadi tuan rumah bagi empat laga yang dijadwalkan di sana.

“Ketiga venue tetap sepenuhnya aman,” ujar Lemus, menekankan bahwa tidak ada niat untuk menggeser lokasi pertandingan dari tanah Meksiko.

Baca Juga :  Erick Thohir Respons Kegagalan Timnas Indonesia dengan Permintaan Maaf dan Evaluasi Total

Nada optimisme juga datang dari Zurich. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku telah menjalin koordinasi erat dengan otoritas federal Meksiko untuk memantau situasi dari waktu ke waktu.

“Saya merasa sangat tenang,” ungkap Infantino mengenai kesiapan Meksiko.

Meski tewasnya “El Mencho” merupakan pukulan besar bagi struktur kartel, Presiden Sheinbaum menegaskan tidak akan ada perubahan radikal dalam kebijakan keamanan nasional. Ia memilih untuk tetap setia pada filosofi pendahulunya, Andres Manuel Lopez Obrador, yang mengutamakan penanganan akar masalah sosial ketimbang perang terbuka.

Baca Juga :  Mbappe Absen Lawan Islandia, Cedera Kambuh Usai Duel Kontra Azerbaijan

Menurut Sheinbaum, pemerintah tetap berpegang pada strategi yang menekankan pendekatan “pelukan, bukan peluru.” Ia mengakui bahwa tindakan terhadap tokoh kriminal besar memang sering memicu respons kekerasan sementara, namun fokus utama pemerintah tetaplah pada perdamaian jangka panjang, bukan konfrontasi berdarah.

Dengan waktu sekitar 16 bulan tersisa menuju upacara pembukaan, pemerintah Meksiko kini bekerja keras meyakinkan komunitas internasional bahwa drama di jalanan Jalisco hanyalah riak kecil yang tidak akan memadamkan euforia pesta sepak bola terbesar di bumi.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber