Ledakan Dekat Stasiun Kereta Moskow Tewaskan Satu Polisi, Pelaku Juga Tewas

0
stasiun Kereta
Ilustrasi Kereta api di Savelovsky.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MOSKOW – Keheningan malam di salah satu pusat transportasi tersibuk di Rusia berubah menjadi horor pada Selasa (24/2/2026). Sebuah ledakan keras mengguncang alun-alun Stasiun Kereta Savyolovsky, menewaskan seorang petugas kepolisian dan melukai dua lainnya dalam serangan yang menyasar mobil patroli di jantung ibu kota.

Pecahan kaca jendela yang berserakan di dekat rel kereta menjadi saksi bisu kekuatan ledakan yang terjadi tak lama setelah tengah malam tersebut. Di bawah temaram lampu jalanan Moskow utara, aparat keamanan segera mengisolasi area, sementara sirine ambulans memecah kesunyian malam untuk mengevakuasi para korban.

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Saluran Air TPST Bantargebang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Detik-Detik Serangan

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri Rusia melalui Telegram, insiden bermula saat seorang pria tak dikenal mendekati mobil patroli polisi lalu lintas yang sedang berjaga. Dalam hitungan detik, alat peledak yang dibawa pria tersebut meledak, menghancurkan kendaraan namun tidak sampai memicu kobaran api.

Sempat terjadi kesimpangsiuran informasi terkait keberadaan pelaku. Awalnya, otoritas menyebut penyerang melarikan diri. Namun, setelah inspeksi mendalam dan peninjauan rekaman kamera pengawas (CCTV), pihak berwenang mengonfirmasi bahwa penyerang tewas seketika di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Akan Siapkan Transportasi Ramah Lingkungan, Terintegrasi TransJakarta dan KRL

Investigasi dan Bayang-Bayang Konflik

Komite Investigasi Rusia, lembaga yang menangani kejahatan luar biasa, bergerak cepat dengan membuka penyelidikan atas dugaan “percobaan pembunuhan terhadap aparat penegak hukum serta kepemilikan ilegal perangkat peledak.” Hingga kini, rincian mengenai jenis bahan peledak maupun motif di balik aksi nekat ini masih menjadi teka-teki.

Insiden berdarah ini menambah daftar panjang kekerasan domestik yang menyasar aparat keamanan Rusia, di tengah situasi negara yang masih dibayangi perang melawan Ukraina yang telah memasuki tahun keempat. Pola serangan serupa sebelumnya terjadi pada Desember 2025 di selatan Moskow, yang merenggut nyawa dua polisi.

Baca Juga :  Gelombang Badai Musim Dingin Parah Lumpuhkan Transportasi dan Mengancam Listrik di Amerika Serikat

Kekerasan terhadap pejabat militer dan intelijen di wilayah Rusia sendiri kian meningkat. Awal bulan ini, seorang perwira tinggi intelijen militer Rusia bahkan menjadi sasaran penembakan yang oleh Moskow dituding sebagai aksi yang “didalangi oleh Kyiv.”

Dengan penutupan area stasiun dan peningkatan status kewaspadaan, Moskow kini kembali dalam kondisi siaga tinggi saat fajar mulai menyingsing di atas puing-puing Stasiun Savyolovsky.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com