NARASITODAY.COM, JOHANNESBURG – Bellarmine Chatunga Mugabe, putra bungsu mendiang penguasa absolut Zimbabwe, Robert Mugabe, kini harus menukar gaya hidup glamornya dengan ruang sidang yang dingin. Pemuda berusia 28 tahun itu hadir dalam persidangan singkat di Afrika Selatan pada Senin (23/2/2026), menghadapi dakwaan berat yaitu percobaan pembunuhan.
Insiden berdarah ini terjadi pada 19 Februari 2025 di Hyde Park, sebuah kawasan elit di Johannesburg yang juga menjadi lokasi kediaman Presiden Cyril Ramaphosa. Di balik pagar-pagar tinggi pemukiman mewah tersebut, seorang pria berusia 23 tahun yang diduga merupakan karyawan di rumah tersebut ditemukan tertembak di bagian punggung.
Senjata Misterius dan Dakwaan Berlapis
Dalam persidangan, Bellarmine tidak sendiri. Ia duduk di kursi pesakitan bersama rekannya, Tobias Mugabe Matonhodze (33). Jaksa penuntut mengungkapkan bahwa investigasi masih sangat dinamis, terlebih karena alat bukti utama belum ditemukan.
“Senjata api yang diduga digunakan dalam aksi penembakan tersebut hingga saat ini masih belum berhasil ditemukan oleh petugas,” ujar jaksa penuntut dalam persidangan, seraya menambahkan bahwa masih banyak detail yang perlu diverifikasi.
Tak hanya percobaan pembunuhan, Juru bicara otoritas penuntutan nasional, Magaboke Mohlatlole, merinci daftar panjang dakwaan lainnya, termasuk pencurian, kepemilikan senjata ilegal, hingga pelanggaran Undang-Undang Imigrasi terkait status keberadaan mereka di Afrika Selatan.
Mohlatlole membeberkan kronologi tragis saat korban mencoba menyelamatkan diri setelah peluru menembus tubuhnya:
“Setelah korban diduga ditembak, dia mencoba untuk melarikan diri. Dia pergi ke luar gerbang dan kemudian terjatuh. Setelah terjatuh, salah satu terdakwa mendatangi dan mengambil remote gerbang darinya,” ungkap Mohlatlole dikutip dari Guardian.
Kasus ini seolah membuka kembali lembaran hitam keluarga Mugabe yang penuh kontroversi. Jauh sebelum jeruji besi membayangi, Bellarmine dan kakaknya, Robert Junior, dikenal sebagai “anak-anak emas” yang kerap memamerkan kemewahan provokatif di media sosial.
Publik tentu masih ingat unggahan Bellarmine pada 2017 yang memicu kecaman internasional saat ia memamerkan jam tangan seharga Rp 1 miliar.
“US$ 60.000 di pergelangan tangan saat ayahmu menjalankan seluruh negara, kau tahu itu!” tulisnya kala itu, sebelum beredar video dirinya menyiram jam tersebut dengan sampanye mahal.
Kini, warisan gaya hidup mewah “Gucci Grace” ibundanya yang pernah tersandung kasus penganiayaan model di Johannesburg dan mendiang ayahnya yang memimpin Zimbabwe selama 40 tahun, tampak kontras dengan realita hukum yang dihadapi Bellarmine.
Pengacara Mugabe, Sinenhlanhla Mnguni, menyatakan akan mengajukan permohonan jaminan pada sidang berikutnya, 3 Maret mendatang. Sementara itu, korban penembakan dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di bawah pengawasan ketat kepolisian.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













