Populer Jadi Menu Takjil, Kolang-kaling Benarkah Bisa Lancarkan BAB? Ini Faktanya

0
Kolang-kaling hijau. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kolang-kaling hampir selalu hadir saat buka puasa. Mulai dari campuran es buah, kolak, sampai manisan dingin, teksturnya yang kenyal dan rasanya ringan bikin takjil satu ini jadi favorit banyak orang selama Ramadan.

Di balik rasanya yang menyegarkan, kolang-kaling ternyata menyimpan manfaat bagi pencernaan. Buah dari pohon aren ini mengandung air dan serat cukup tinggi, dua hal yang sering kurang terpenuhi saat puasa dan kerap menjadi penyebab susah buang air besar (BAB).

Baca Juga :  Habbatussauda: Si Hitam Kecil dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Akibatnya, usus menyerap lebih banyak air dari sisa makanan sehingga feses menjadi lebih kering dan keras. Perubahan jam makan serta minimnya konsumsi serat juga membuat ritme pencernaan melambat.

Dalam 100 gram kolang-kaling, terkandung sekitar 94 persen air dan 1,6 gram serat pangan. Serat ini membantu meningkatkan volume feses sekaligus menjaga kadar air di dalamnya, sehingga pergerakan usus menjadi lebih lancar dan BAB terasa lebih mudah.

Baca Juga :  5 Manfaat Pijat Prenatal untuk Kesehatan Fisik dan Mental Ibu Hamil

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup, jika diimbangi dengan cairan, berperan penting dalam mengurangi gejala konstipasi. Karena itu, kolang-kaling bisa menjadi pilihan takjil yang membantu menjaga kenyamanan pencernaan selama puasa.

Meski begitu, kolang-kaling bukan solusi instan untuk mengatasi sembelit. Cara pengolahannya tetap perlu diperhatikan. Penggunaan gula atau sirup berlebihan justru bisa meningkatkan rasa haus. Agar manfaatnya optimal, kolang-kaling sebaiknya dikonsumsi bersama buah segar lain yang kaya serat, serta diimbangi minum air putih yang cukup dari berbuka hingga sahur.

Baca Juga :  5 Buah yang Bisa Bantu Kamu Kenyang Lebih Lama saat Sahur

Dengan pilihan menu buka puasa yang lebih seimbang, tubuh bisa tetap nyaman menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadan. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth