Ramadan Jadi Puncak Kenakalan Remaja, KPAD Bogor Ingatkan Peran Keluarga

0
KPAD
Ilustrasi Anak Aktif yang Penuh Energi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor membongkar sejumlah faktor yang selama ini menjadi akar maraknya tawuran dan geng motor saat Ramadan.

Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Waspada MK, menyebut kurangnya kasih sayang dari orang tua sebagai salah satu pemicu utama perilaku negatif remaja. Ironinya, bukan soal kemiskinan, melainkan soal perhatian yang terabaikan.

“Tidak sedikit orang tua bisa memenuhi kebutuhan materi kepada anak-anaknya, tapi abai memberikan kasih sayang. Sehingga tidak terjadi komunikasi antara anak dan orang tua,” kata Waspada, Rabu (24/2/2026).

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Gagas Transformasi TPA Galuga Jadi Pusat Energi Ramah Lingkungan

Fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah pengaruh gawai tanpa pengawasan. Waspada mengungkapkan, paparan konten pornografi melalui telepon genggam kerap berujung pada tindakan nyata yang meresahkan.

“Dampak konten pornografi melalui ponsel kemudian dipraktikkan dengan temannya, terjadilah kekerasan seksual antara anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Akurasi Data, Pemkab Bogor Andalkan Aplikasi BESTIE untuk Atasi Stunting

Ketidakharmonisan keluarga juga disebut Waspada sebagai faktor yang memperparah kondisi. Tanpa fondasi keluarga yang kuat, anak-anak rentan mencari pelarian ke lingkungan yang salah, termasuk kelompok geng motor dan aksi tawuran.

Fenomena kenakalan remaja yang justru memuncak di bulan Ramadan ini, kata Waspada, sangat memprihatinkan. Ia menegaskan, peran orang tua adalah kunci utama dalam memutus mata rantai perilaku negatif tersebut.

Baca Juga :  Jumling Desa Petir Kembali Bergulir, Perkuat Silaturahmi dan Syiar Keagamaan

“Orang tua harus meningkatkan komunikasi dengan anak, mendidik, dan membimbing mereka dengan pendekatan kasih sayang dan keramahan,” tegasnya.

Waspada juga mendorong orang tua untuk memberi ruang bagi anak menyuarakan pendapat dan aspirasinya, sebagai bentuk pengakuan atas keberadaan mereka dalam keluarga. Ia menutup pernyataannya dengan seruan yang mendasar.

“Ajarkan dan tanamkan nilai-nilai agama dan spiritual kepada anak-anak,” tuntasnya.***

Editor : Alysa

Wartawan : Rifki Ramadhan

Sumber : Bogortoday.com