NARASITODAY.COM, MANCHESTER – Setelah enam tahun terjebak dalam bayang-bayang kerugian finansial, Manchester United akhirnya mencatatkan titik balik. Klub berjuluk Setan Merah ini resmi membukukan laba bersih sebesar 4,2 juta poundsterling (US$ 5,67 juta) pada kuartal II tahun fiskal 2025/2026, berbalik tajam dari kerugian 27,7 juta poundsterling pada periode yang sama tahun lalu.
Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Di balik angka-angka hijau tersebut, tersimpan narasi penghematan ekstrem yang menyentuh nadi operasional klub mulai dari pemangkasan jumlah karyawan hingga penghapusan fasilitas makan siang staf.
Transformasi di Luar Lapangan
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menyehatkan struktur biaya klub yang selama ini terbebani performa buruk, baik di dalam maupun luar lapangan. CEO Manchester United, Omar Berrada, menegaskan bahwa perubahan budaya kerja ini mulai menunjukkan hasil nyata pada neraca keuangan.
“Kami kini melihat dampak finansial positif dari transformasi off-pitch yang tercermin pada biaya dan profitabilitas,” ujar Berrada pada Rabu (25/2/2026).
Meski mencetak laba, tantangan belum sepenuhnya hilang. Absennya United dari kompetisi elit Eropa musim ini berdampak pada penurunan pendapatan sponsor dan penjualan tiket. Selain itu, beban utang klub melonjak 37% menjadi 295,7 juta poundsterling, sementara cadangan kas menyusut hingga tersisa 44,4 juta poundsterling.
Momentum Emas Michael Carrick
Kontras dengan pengetatan di kantor pusat, gairah justru membuncah di atas rumput hijau. Di bawah arahan manajer interim Michael Carrick yang mengambil tongkat estafet dari Ruben Amorim pada Januari lalu United menjelma menjadi tim dengan performa terbaik di Liga Inggris sepanjang awal tahun 2026.
Saat ini, United bertengger di posisi keempat klasemen dengan raihan 48 poin. Momentum ini menghidupkan kembali asa fans untuk melihat tim kesayangan mereka kembali berlaga di UEFA Champions League musim depan, sebuah pencapaian yang secara otomatis akan mendongkrak pundi-pundi pendapatan klub.
Pemulihan performa ini terjadi di tengah suasana panas yang menyelimuti pemilik minoritas klub, Jim Ratcliffe. Taipan Inggris tersebut belakangan menjadi sasaran kritik luas menyusul pernyataannya terkait isu imigrasi. Ucapan Ratcliffe bahkan memicu respons keras dari Perdana Menteri Keir Starmer dan gelombang protes dari kelompok suporter.
Namun, untuk saat ini, fokus di Old Trafford tetap pada stabilitas. Manajemen tetap mempertahankan proyeksi pendapatan tahunan di angka 640 juta hingga 660 juta poundsterling, dengan target laba operasional di kisaran 180 juta hingga 200 juta poundsterling.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













