Hanif Sjahbandi Buka-Bukaan Sulitnya Nakhodai APPI

0
Hanif Sjahbandi
Hanif Sjahbandi.Foto : ligaindonesiabaru.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bagi Hanif Sjahbandi, musuh paling tangguh kini bukan lagi penyerang lawan yang harus ia jegal di lini tengah. Sejak menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) per 30 Desember 2025 lalu, gelandang Persija Jakarta ini harus beradu argumen dengan pasal-pasal hukum dan kerumitan birokrasi sepak bola nasional.

Ditemui di Jakarta pada Kamis (5/3/2026), Hanif yang memimpin APPI periode 2026-2029 bersama Nadeo Argawinata ini, mencurahkan isi hatinya tentang transisi peran dari seorang atlet menjadi pelindung hak-hak pemain.

Belajar di Luar Kebiasaan

Baca Juga :  Pedagang Siomay di Leuwiliang Bagikan 1.200 Porsi Gratis Rayakan Kemenangan Persib

Hanif tak menampik bahwa kursi orang nomor satu di APPI terasa “panas”. Masalah-masalah non-teknis seperti sengketa kontrak dan tunggakan upah menjadi makanan sehari-harinya saat ini.

“Luar biasa susah jadi presiden APPI. Karena ini hal baru buat saya. Sebelumnya masalah cuma ada di lapangan ketika ketemu lawan. Tapi sekarang berhadapan dengan masalah di luar lapangan yang bukan kebiasaan saya,” kata Hanif jujur.

Meski tertatih di awal, pemain berusia 27 tahun ini memandang perannya sebagai tantangan untuk bertumbuh. Ia kini mulai akrab dengan istilah-istilah hukum yang sebelumnya asing bagi telinganya.

Baca Juga :  Maung Bandung Tantang Macan Kemayoran, Siapa Kudeta Borneo dari Puncak?

“Ini pengalaman baru. Bukan karena ini di luar kebiasaan, tapi saya akan bisa karena terbiasa. Memang belum sempurna tapi saya akan berusaha sebaik mungkin,” ujarnya optimis. “Ketika terjun di sini, saya jadi tahu bagaimana proses hukum berjalan. Lalu penagihan gaji kemana dan segala macam,” tambahnya.

Fokus utama Hanif saat ini adalah menangani masalah yang ia sebut sebagai kenyataan pahit sepak bola Indonesia: gaji yang macet. Hal ini menurutnya menjadi “puncak gunung es”, terutama bagi para pemain yang merumput di divisi bawah yang seringkali luput dari sorotan kamera televisi.

Baca Juga :  Debut Sempurna Lanny dan Fadia, Pasangan Baru yang Langsung Menyabet Juara

“Masalah gaji terutama di liga-liga bawah. Soal gaji, kontrak, kompensasi yang bukan rahasia lagi. Itu kenyataan yang harus dihadapi,” ucap Hanif dengan nada prihatin.

Sebagai solusi, Hanif menegaskan bahwa APPI di bawah kepemimpinannya akan tetap menjadi “rumah aman” melalui pendampingan hukum yang profesional. APPI saat ini tidak hanya diperkuat oleh pemain aktif, tetapi juga oleh praktisi hukum yang ahli di bidang olahraga.

APPI tetap berusaha maksimal untuk memberi yang terbaik kepada pemain di Indonesia,” pungkas Hanif dengan tegas.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com