CAS Tolak Banding FAM, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Tetap Dihukum

0
FAM
Football Association of Malaysia (FAM).Foto : jawapos.com

NARASITODAY.COM, LAUSANNE – Harapan terakhir Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk lepas dari jeratan sanksi FIFA resmi kandas di pegunungan Alpen, Swiss. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Kamis (5/3/2026) malam waktu setempat, merilis putusan final yang menguatkan hukuman atas skandal administrasi tujuh pemain naturalisasi “Harimau Malaya”.

Drama yang menguras energi publik sepak bola jiran ini mencapai puncaknya setelah panel hakim di Lausanne menolak banding FAM. Malaysia kini diwajibkan membayar denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau setara dengan Rp7,5 miliar sebuah angka yang menjadi harga mahal bagi ambisi instan di lapangan hijau.

Baca Juga :  Uni Eropa Akui MSPO sebagai Standar Minyak Sawit Berkelanjutan Malaysia

“Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku,” tulis pernyataan resmi CAS.

Keringanan di Tengah Sanksi

Meskipun denda finansial tetap utuh, CAS memberikan sedikit “napas” bagi ketujuh pemain yang terlibat. Panel hakim memberikan keringanan administratif yang memungkinkan mereka untuk tetap menjaga kebugaran fisik dan mental bersama klub atau tim, meski status mereka di pertandingan kompetitif tetap dibekukan.

“Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Sejarah Baru untuk Indonesia: Marselino Ferdinan Tampil di Championship

Sanksi ini berlaku mulai 5 Maret 2026, dengan mempertimbangkan masa hukuman yang telah mereka jalani secara parsial pada periode September hingga Januari lalu.

Jejak Pemalsuan Dokumen

Skandal ini bermula dari temuan mengejutkan FIFA tahun lalu. Ketujuh pemain yang dipersiapkan untuk memperkuat tim nasional Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel terbukti tidak memiliki garis keturunan Malaysia sama sekali.

Penyelidikan FIFA bahkan mengungkap fakta yang lebih kelam yaitu adanya indikasi pemalsuan dokumen untuk meloloskan status mereka sebagai pemain keturunan. Upaya banding yang diajukan FAM ke FIFA sebelumnya telah menemui jalan buntu, hingga akhirnya CAS menjadi pelabuhan terakhir yang tetap menguatkan keputusan awal tersebut.

Baca Juga :  Erick Thohir Ajak Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026 di Gelora Bung Karno

Kini, dengan berakhirnya saga hukum di Swiss, Malaysia dipaksa untuk menata ulang strategi pengembangan tim nasionalnya. Hilangnya tujuh pemain kunci dan denda miliaran rupiah menjadi peringatan keras bagi otoritas sepak bola di kawasan Asia Tenggara mengenai pentingnya integritas administrasi dalam proses naturalisasi.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com