Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?

0
Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?

NARASITODAY.COM, JAKARTA –  Campak sering dikenal sebagai penyakit yang ditandai dengan demam tinggi, batuk, mata merah, serta munculnya ruam di kulit. Namun, di balik gejala yang terlihat tersebut, virus campak sebenarnya dapat menyerang bagian tubuh yang lebih dalam, termasuk sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh.

Pada sebagian orang, campak memang dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah serius. Akan tetapi, pada kelompok tertentu seperti bayi, anak kecil, atau orang dengan sistem imun lemah, penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih berbahaya. Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru.

Pneumonia pada penderita campak dapat terjadi karena virus campak menyerang saluran pernapasan sejak awal infeksi. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau tenggorokan ketika seseorang menghirup droplet dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Setelah itu, virus dapat menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi berbagai organ, termasuk paru-paru.

Baca Juga :  Waspadai 5 Perbedaan Gejala Pneumonia dan Flu Agar Tidak Salah Penanganan

Ketika virus mencapai jaringan paru-paru, peradangan dapat terjadi dan memicu pneumonia. Kondisi ini dikenal sebagai primary measles pneumonia, yaitu pneumonia yang langsung disebabkan oleh virus campak itu sendiri. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa berkembang dengan cepat dan menjadi lebih berat, terutama pada bayi atau orang yang daya tahan tubuhnya rendah.

Selain menyerang paru-paru, virus campak juga diketahui dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa infeksi campak dapat menyebabkan fenomena yang disebut immune amnesia, yaitu kondisi ketika sistem imun kehilangan sebagian memori terhadap infeksi sebelumnya. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit lain.

Baca Juga :  Rahasia Awet Muda dari Secangkir Kopi? Bongkar 5 Keajaiban Kafein untuk Kulit!

Karena sistem kekebalan tubuh melemah, penderita campak juga lebih mudah mengalami infeksi bakteri sekunder. Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae dapat memicu pneumonia yang memperparah kondisi pasien.

Ketika pneumonia terjadi, jaringan paru-paru mengalami peradangan dan dapat terisi cairan atau sel-sel imun. Hal ini mengganggu fungsi paru-paru dalam melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Jika kondisi ini semakin luas, tubuh akan kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup untuk organ-organ vital.

Risiko komplikasi ini biasanya lebih tinggi pada beberapa kelompok, seperti bayi dan anak kecil yang sistem kekebalannya belum berkembang sempurna. Anak dengan kondisi malnutrisi juga lebih rentan mengalami komplikasi akibat campak, terutama jika kekurangan vitamin A. Selain itu, orang dengan sistem imun lemah, misalnya penderita HIV atau pasien yang menjalani terapi tertentu, juga memiliki risiko lebih besar.

Baca Juga :  Hindari Cedera! 5 Hal yang Sering Diabaikan Pemula Saat Lari

Para ahli menekankan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko komplikasi campak. Vaksinasi campak merupakan cara yang paling efektif untuk melindungi tubuh dari infeksi sekaligus mencegah komplikasi serius seperti pneumonia.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit biasa pada anak, campak sebenarnya dapat menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan baik. Memahami risiko komplikasi seperti pneumonia dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan yang tepat. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com