Como Comeback Dramatis, Roma Dipaksa Gigit Jari di Stadion Sinigaglia

0
Como Comeback
Pemain Como merayakan kemenangan usai menundukkan AS Roma pada lanjutan Serie A di Stadion Sinigaglia, Senin (16/3) dini hari WIB.

NARASITODAY.COM, OLAHRAGAStadion Sinigaglia jadi panggung kejutan pada lanjutan Serie A, Senin (16/3) dini hari WIB.

Tim promosi Como sukses membuat AS Roma pulang dengan wajah lesu setelah membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dramatis.

Laga baru berjalan tujuh menit, publik tuan rumah sempat dibuat terdiam.

Roma membuka keunggulan lewat penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Donyell Malen. Skor 1-0 untuk tim ibu kota membuat pertandingan tampak akan berjalan sesuai “naskah besar”.

Baca Juga :  Mantan Menteri Revitalisasi Ekonomi Lokal Dipercaya Jadi Menteri Keuangan oleh Takaichi

Namun Como rupanya tidak membaca naskah yang sama.

Alih-alih panik, tim asuhan Cesc Fabregas justru tampil lebih berani. Mereka terus menekan pertahanan Roma sepanjang pertandingan, membuat lini belakang Giallorossi harus bekerja ekstra keras.

Momentum penting datang ketika Roma harus bermain dengan sepuluh pemain setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Situasi ini langsung dimanfaatkan Como untuk meningkatkan intensitas serangan.

Di babak kedua, perubahan taktik Fabregas mulai terlihat hasilnya. Como tampil lebih dominan dan berhasil membalikkan keadaan, membuat Roma yang sebelumnya percaya diri justru harus bertahan mati-matian.

Baca Juga :  Pembagian Makan Bergizi Gratis Berakhir Sementara 17 Maret, Akan Kembali 31 Maret

Serangan demi serangan tuan rumah akhirnya berbuah manis. Gol balasan datang dan kemudian disusul gol penentu kemenangan yang membuat stadion Sinigaglia bergemuruh.

Kemenangan tersebut bukan hanya memberi tiga poin bagi Como, tetapi juga mengantarkan tim promosi itu merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara Serie A.

Baca Juga :  5 Ciri Khas Wanita Subur dan Gampang Hamil untuk Pasangan yang Merencanakan Momongan

Bagi Como, hasil ini terasa seperti bonus besar. Sementara bagi Roma, laga ini mungkin terasa seperti perjalanan jauh yang pulangnya membawa koper penuh penyesalan.

Di bawah arahan Fabregas, Como perlahan berubah dari sekadar tim promosi menjadi kuda hitam yang mulai diperhitungkan di Serie A. Jika performa seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kisah kejutan Como akan terus menghiasi kompetisi musim ini.

Editor : Andreas