NARASITODAY.COM, JAKARTA – Senyum sumringah kini menghiasi wajah para pahlawan olahraga disabilitas Indonesia. Pemerintah secara resmi mulai menyalurkan bonus apresiasi bagi para peraih medali ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand mulai hari ini, Selasa (17/3/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keringat dan dedikasi di arena kompetisi dihargai tanpa pembeda.
Kontingen Merah Putih sukses menutup ajang di Thailand dengan catatan gemilang sebagai runner-up. Total 392 medali berhasil dibawa pulang, yang terdiri dari 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Pencapaian luar biasa ini pun dijawab pemerintah dengan komitmen kesetaraan bonus yang setara dengan atlet SEA Games 2025.
Arahan Langsung Presiden
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa percepatan pencairan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi negara terhadap perjuangan para atlet, pelatih, hingga ofisial.
“Pada hari ini pemerintah telah mencairkan bonus bagi para atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ASEAN Para Games ke-13 di Thailand. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang dengan penuh semangat dan dedikasi,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya.
Rincian Apresiasi dan Nilai Kesetaraan
Total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk mengapresiasi para patriot olahraga ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 365 miliar. Angka ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi pembinaan atlet disabilitas di masa depan.
Berdasarkan data yang dirilis, berikut adalah rincian besaran bonus yang diterima:
Apresiasi untuk Atlet:
- Emas Perorangan: Rp 1 miliar
- Emas Ganda: Rp 800 juta
- Emas Beregu: Rp 500 juta
Apresiasi untuk Pelatih:
- Pelatih Perorangan & Ganda: Rp 300 juta
- Pelatih Beregu: Rp 400 juta
Kebijakan ini diambil untuk menghapus sekat antara atlet difabel dan non-difabel. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kesenjangan dalam hal penghargaan atas prestasi nasional.
“Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa prestasi atlet Para Games dihargai secara adil dan setara,” tegas Erick menambahkan.
Pencairan bonus ini tidak hanya menjadi simbol materi, tetapi juga pengakuan atas ketangguhan mental para atlet Indonesia yang telah melampaui keterbatasan demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih di tanah gajah putih.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














