Dugaan Pelecehan Seksual Guncang Dunia Menembak Surabaya, Pelatih Perbakin Disorot

0
Surabaya
Ilustrasi perempuan yang dilecehkan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SURABAYA – Dunia olahraga menembak di Jawa Timur diguncang kabar miring. Seorang pelatih yang menduduki posisi strategis di lingkungan Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya diduga melakukan aksi pelecehan dan kekerasan seksual terhadap atletnya yang masih di bawah umur.

Kabar tersebut mencuat ke publik setelah akun Instagram @viralforjusticecom mengunggah kronologi dugaan aksi bejat itu, lengkap dengan bukti tulisan tangan yang disinyalir kuat merupakan catatan harian milik korban. Berdasarkan coretan pilu tersebut, aksi pelecehan bermula dari modus hukuman fisik yang dialihkan menjadi tindakan fisik menjurus ke arah seksual.

Ruang Latihan Sepi dan Modus ‘Hukuman Gelitik’

Di balik ketenangan lapangan tembak yang biasanya dipenuhi fokus dan disiplin tinggi, tersimpan trauma mendalam bagi sang atlet belia. Catatan hariannya menggambarkan bagaimana rasa percaya kepada sang mentor perlahan dimanfaatkan menjadi jerat eksploitasi. Peristiwa kelam itu bermula saat jam latihan telah usai dan riuh rendah suara peluru digantikan oleh kesunyian.

Baca Juga :  Rumah Warga Cinangka Ciampea Ambruk Saat Penghuni Baru Saja Pindah Kamar

“Awal mulanya dia memberi aku hukuman gelitik karena keseringan jatuhin prog (program latihan). Pada suatu waktu dia menagih hukuman gelitiknya kepadaku. Lalu saat itu di lapangan hanya ada aku berdua bersama dia karena teman sudah pulang semua,” tulis korban dalam secarik kertas yang diunggah akun tersebut.

Suasana sepi itu dimanfaatkan terlapor saat korban berniat baik membantunya membawa barang-barang latihan ke dalam sebuah ruangan. Di bilik tertutup itulah, tindakan kurang ajar sang pelatih dimulai.

“Dia memulainya, menggelitik area pinggangku & sampai sudah selesai dia tiba-tiba peluk aku dari belakang & mencium rambutku. Di situ aku mulai merasa aneh & mulai curiga, tetapi berhubung aku sangat percaya kepadanya, aku pun menurut saja,” lanjut korban dalam tulisan tersebut.

Baca Juga :  Mengapa Jumlah Pekerja Kantoran Indonesia Kian Menurun? Ini Dampaknya

Tindakan tersebut disinyalir terus berlanjut dan bereskalasi secara bertahap di sejumlah lokasi berbeda. Selain di area latihan, korban mengaku pernah dilecehkan di dalam mobil pribadi milik pelaku usai kegiatan latihan.

Tak sampai di situ, keterangan unggahan @viralforjusticecom menyebutkan bahwa pelecehan juga terjadi di sebuah penginapan di kawasan Surabaya pada 25 Maret 2026. Terlapor diduga kuat memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan tindakan grooming (manipulasi psikologis untuk mendekati anak), hingga nekat meminta konten pribadi yang bersifat intim melalui pesan singkat.

“Rangkaian peristiwa ini menunjukkan indikasi grooming, penyalahgunaan relasi kuasa, serta eksploitasi terhadap anak di bawah umur. Dugaan semacam ini adalah isu serius yang menuntut perhatian dan penanganan yang berpihak pada perlindungan korban,” tulis akun @viralforjusticecom dalam takarirnya.

Baca Juga :  Mau Liburan? Kenali 5 Tempat Wisata Terbaru di Kalimantan Selatan !

Upaya Verifikasi dan Konfirmasi Polisi

Dalam salah satu foto yang diunggah oleh akun tersebut, tampak terduga korban yang wajahnya tertutup topi sedang menunjukkan selembar kertas. Dokumen itu diduga kuat merupakan hasil visum medis atau surat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, tim reporter masih berupaya melakukan verifikasi mendalam kepada pihak-pihak terkait, termasuk menggali keterangan dari rekan korban serta jajaran pengurus Perbakin Surabaya demi mendapatkan klarifikasi resmi mengenai rumor yang beredar luas di media sosial ini.

Selain itu, pihak kepolisian khususnya Polda Jawa Timur saat ini tengah dikonfirmasi untuk memastikan apakah sudah ada laporan polisi (LP) resmi yang masuk terkait kasus dugaan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur ini.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com