Jember Digoyang Gempa Magnitudo 3,4 Jumat Pagi, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

0
Jember
Ilustrasi Seismograf Gempa Bumi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JEMBERGuncangan alam yang datang tiba-tiba mengejutkan warga Jember, Jawa Timur, pada Jumat (12/6/2026) pagi. Saat sebagian besar masyarakat tengah memulai aktivitas di penghujung pekan, bumi di bawah kaki mereka bergetar pelan akibat gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 3,4 yang berpusat di samudera.

Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 9.01 WIB. Meski getarannya terhitung lemah, kehadiran gempa ini sempat memicu kewaspadaan bagi warga, terutama yang bermukim di sepanjang kawasan pesisir selatan Jember.

Baca Juga :  Gempa Pagi di Sumba Timur, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Siaga Menghadapi Bencana

Berdasarkan hasil pemetaan cepat, pusat gempa terlacak berada di koordinat titik 9,36 Lintang Selatan (LS) dan 11,34 Bujur Timur (BT). Jarak episentrum berada sekitar 131 kilometer (km) arah Barat Daya dari Kabupaten Jember, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 81 km di bawah permukaan laut.

Melalui akun resminya, tim mitigasi BMKG langsung merilis parameter awal gempa tersebut guna meminimalkan kepanikan publik di ruang digital.

“Mag:3.4, 12-Jun-2026 09:01:37WIB, Lok:9.36LS, 113.43BT (131 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:81 Km,” tulis @infoBMKG melalui platform media sosial X.

Baca Juga :  Tiket Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 Resmi Dijual: Mulai Dari Rp 100 Ribu untuk Penggemar Setia!

Meniti Kecepatan di Tengah Dinamika Data

Sentuhan gempa di kedalaman menengah ini menjadi pengingat nyata bagi warga Jember mengenai posisi geografis mereka yang berdampingan langsung dengan zona aktif lempeng bumi di selatan Pulau Jawa. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan bangunan ataupun korban luka akibat guncangan tersebut.

Sesaat setelah getaran mereda, BMKG pun langsung bergerak cepat memperbarui data pemantauan. Mengingat pentingnya waktu dalam penanganan bencana, pihak BMKG menggarisbawahi bahwa data yang dirilis sesaat setelah kejadian masih bersifat sementara.

Baca Juga :  Inggris Bentuk "FBI Inggris" untuk Tangani Kejahatan Terorganisir

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tambah pihak BMKG dalam keterangannya.

Hingga menjelang siang hari, aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat di Jember dilaporkan telah kembali berjalan normal. Kendati demikian, warga diimbau untuk tidak mudah memercayai kabar bohong (hoaks) yang beredar dan tetap memantau kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi aktivitas kegempaan susulan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com