Muda Tapi Berisiko! 5 Pola Hidup Buruk Penyebab Gagal Ginjal yang Perlu Kamu Ketahui

0
Gagal ginjal
Ilustrasi Gagal ginjal.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Gagal ginjal selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Namun, anggapan tersebut kini tidak lagi sepenuhnya benar. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan ginjal pada usia muda semakin banyak ditemukan. Para ahli kesehatan menilai, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko kerusakan ginjal sejak dini.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan racun dari dalam darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, hingga mengatur tekanan darah. Ketika organ ini mengalami kerusakan, fungsi tubuh dapat terganggu secara serius dan pada kondisi tertentu penderita harus menjalani cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal.

Berikut lima pola hidup buruk yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal di usia muda.

1. Kurang Minum Air Putih

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis atau berkafein lebih sering dibanding air putih dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi. Kondisi ini memaksa ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring zat sisa metabolisme.

Baca Juga :  Hati-hati! 5 Gejala Tubuh Terlalu Banyak Asam Urat yang Sering Terlewatkan

Dalam jangka panjang, kurangnya asupan cairan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal hingga penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Orang dewasa umumnya dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan harian, meski jumlah ideal dapat berbeda tergantung aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungan.

2. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam dan Makanan Olahan

Makanan cepat saji, mi instan, camilan kemasan, serta makanan olahan umumnya mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Selain itu, makanan olahan juga sering mengandung bahan tambahan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memperberat kerja ginjal.

3. Gemar Minuman Manis dan Bersoda

Konsumsi minuman tinggi gula secara rutin dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya kerusakan ginjal.

Tidak hanya itu, beberapa jenis minuman bersoda juga mengandung fosfat tambahan yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan ginjal, terutama pada individu yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal.

Baca Juga :  Waspada Kopi “Jantan” Ilegal, Janjikan Stamina tapi Mengintai Risiko Kesehatan

4. Sering Menahan Buang Air Kecil

Meski terdengar sepele, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat memicu gangguan pada saluran kemih. Jika dilakukan berulang kali, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang pada kasus tertentu dapat menyebar hingga ke ginjal.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk segera buang air kecil ketika muncul dorongan alami dari tubuh.

5. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Tanpa Pengawasan

Penggunaan obat pereda nyeri, terutama dalam jangka panjang dan tanpa petunjuk tenaga medis, dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Beberapa jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), jika digunakan secara berlebihan, diketahui dapat mengurangi aliran darah ke ginjal sehingga memengaruhi fungsinya.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti aturan penggunaan obat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila membutuhkan obat dalam waktu lama.

Kenali Gejala Sejak Dini

Baca Juga :  Puskesmas Parung Luncurkan MANTU PARAWALI, Inovasi Minuman Herbal untuk Pasien dan Ibu Bersalin

Penyakit ginjal pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tubuh mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau wajah, perubahan frekuensi buang air kecil, urine berbusa, hingga tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih awal.

Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan

Menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memenuhi kebutuhan cairan harian, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan garam dan gula, rutin berolahraga, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat tanpa anjuran tenaga medis.

Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda, risiko terkena gagal ginjal dapat ditekan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi investasi penting agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com