Genap 53 Tahun Tetap Bugar, Yuni Shara Ungkap Rahasia Menu Sarapan dan Filosofi Menua

0
Yuni Shara
Penyanyi lawas Yuni Shara.Foto : okezone.com

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Penyanyi lawas Yuni Shara kembali mencuri perhatian publik berkat kondisi fisiknya yang dinilai tetap bugar dan awet muda di usia kepala lima. Kendati demikian, pelantun tembang legendaris Hilang Permataku tersebut mengaku kerap kebingungan dan tidak memiliki jawaban saklek setiap kali diberondong pertanyaan mengenai rahasia kecantikannya.

Bagi Yuni, kunci utama dari penampilannya saat ini bukanlah operasi estetika berbiaya mahal, melainkan sebuah seni berdamai dengan waktu. Ia memilih untuk memeluk erat setiap proses penuaan yang berjalan secara alami pada tubuhnya.

“Itu pertanyaan yang aku gak pernah bisa jawab. MasyaAllah mungkin aku (bertubuh) kecil, pertama itu, kedua, saya acceptance dengan umur saya yang banyak, dengan keriput, dengan uban, semua aku terima,” ujar Yuni Shara saat ditemui awak media.

Baca Juga :  Endorsement dan Kerja Artis Jadi Sumber Aset Sandra Dewi yang Disita Pemerintah

Warisan Ramuan Ibu dan Ritual “Anti-Sampah” di Meja Makan

Di balik kedewasaan berpikirnya, terselip cerita masa kecil yang membentuk kedisiplinan fisiknya hari ini. Sejak belia, Yuni sudah akrab dengan aroma pekat empon-empon dan rebusan dedaunan di dapur rumahnya. Kebiasaan tradisional ini merupakan buah dari didikan ketat sang ibunda yang mengharuskan anak-anaknya akrab dengan jamu.

“Dulu mama itu kita mesti minum kunyit asem, beras kencur, itu mesti. Daun sirih yang direbus,” kenang Yuni mengenai masa kecilnya.

Baca Juga :  Sejarah dan Filosofi di Balik Praktik Tandur dalam Budaya Pertanian Indonesia

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia yang kini menginjak 53 tahun, perempuan bertubuh mungil ini menjadi jauh lebih selektif dalam memilah apa saja yang masuk ke dalam tenggorokannya. Setiap pagi, meja makannya hanya dihiasi oleh menu-menu sederhana namun kaya nutrisi yang dipilih secara sadar untuk menunjang metabolisme tubuh.

“Pagiku sarapan, telur tiga perempat mateng, alpukat dan pepaya, kopi gak pakai gula,” jelas Yuni merincikan menu wajibnya.

Langkah menyortir asupan makanan ini diakui Yuni sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan organ dalamnya sendiri.

“Kesadaran untuk gak nyampah di perut,” cetus wanita kelahiran Batu, Jawa Timur tersebut.

Baca Juga :  Rudal Jarak Jauh Iran Sasar Diego Garcia, Jangkauan Ancaman Kini Tembus Jantung Eropa

Kedamaian Mental sebagai Kosmetik Terbaik

Bagi Yuni Shara, merawat diri tidak boleh hanya berhenti pada lapisan kulit terluar. Pola makan yang bersih dan olahraga teratur tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak diimbangi dengan kesehatan mental yang stabil serta hati yang lapang untuk terus bersyukur.

Ia meyakini bahwa pancaran aura kebahagiaan seorang wanita justru lahir dari bagaimana ia mengelola stres, menerima kekurangan diri, dan menjalani ritme kehidupan dengan ketenangan jiwa. Filosofi hidup inilah yang menurutnya jauh lebih bernilai dan fundamental, ketimbang sekadar memburu validasi fisik untuk terlihat muda di mata orang lain.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com