Unilever Pertimbangkan Pisahkan Bisnis Makanan demi Efisiensi dan Fokus Baru

0
Unilever
Ilustrasi Unilever adalah perusahaan multinasional di bidang makanan, perawatan pribadi, dan produk pembersih. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LONDON – Perusahaan multinasional Unilever dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan memisahkan unit bisnis makanannya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi besar untuk merampingkan operasional sekaligus meningkatkan fokus pada lini usaha yang lebih menguntungkan.

Mengacu pada laporan yang beredar, proses ini masih berada di tahap awal. Manajemen Unilever saat ini tengah meninjau berbagai opsi strategis guna menyederhanakan struktur bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Sebelumnya, perusahaan juga sempat dikabarkan mempertimbangkan penjualan sejumlah merek makanan ikonik asal Inggris, seperti Marmite, Colman’s, dan Bovril. Upaya ini dinilai sebagai bagian dari pergeseran fokus ke sektor yang dinilai lebih potensial, khususnya produk kecantikan dan kesehatan.

Baca Juga :  Dihadapan Calon Investor Regency Investments Summit 2024, Pemkab Bandung Dorong Peningkatan Energi Terbarukan

Perubahan Perilaku Konsumen Jadi Tantangan

Tekanan terhadap bisnis makanan Unilever tidak terlepas dari perubahan tren konsumsi global. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, konsumen cenderung lebih selektif dalam berbelanja dan memilih produk dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 juga disebut berdampak pada penurunan konsumsi makanan secara umum, sehingga memengaruhi kinerja sektor ini.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis di Bogor Berujung Keracunan, Pengawasan Mutu Makanan Jadi Sorotan

Saat ini, Unilever diketahui tengah berdiskusi dengan sejumlah penasihat untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan. Skenario yang dipertimbangkan mulai dari memisahkan sebagian besar bisnis makanan hingga hanya mempertahankan merek-merek unggulan dan melepas sisanya.

Belum Ada Keputusan Final

Meski wacana ini cukup besar, keputusan akhir diperkirakan tidak akan diambil dalam waktu dekat. Jika rencana tersebut benar-benar dijalankan, implementasinya kemungkinan baru akan terjadi paling cepat pada tahun 2027. Perusahaan juga masih membuka opsi untuk mempertahankan struktur bisnis yang ada saat ini.

Baca Juga :  Indonesia Dinobatkan Sebagai 'Negara Smartphone', Anak Muda Jadi Pengguna Internet Terbanyak Dunia

Jika pemisahan terealisasi, nilai unit bisnis makanan Unilever diprediksi bisa mencapai puluhan miliar dolar AS, menjadikannya salah satu langkah strategis terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan arah kepemimpinan CEO Fernando Fernandez, yang sejak menjabat pada Februari 2025 memiliki mandat untuk mempercepat transformasi dan memperbaiki kinerja perusahaan.

Hingga kini, pihak Unilever belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber