
NARASITODAY.COM,KABUL – Ketegangan diplomatik antara Pakistan dan Afganistan mencapai titik didih menyusul insiden serangan udara mematikan di wilayah Kabul. Sebuah fasilitas yang diidentifikasi oleh pihak Taliban sebagai rumah sakit rehabilitasi narkoba dilaporkan hancur, memicu perdebatan sengit mengenai target operasi militer tersebut.
Islamabad dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka menyasar fasilitas sipil. Pemerintah Pakistan menyatakan bahwa operasi udara yang dilakukan adalah serangan presisi yang ditujukan langsung ke jantung pertahanan kelompok teroris.
Bantahan Keras Islamabad
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Zaidi, melabeli klaim Afganistan sebagai informasi yang menyesatkan. Senada dengan hal tersebut, Kementerian Informasi Pakistan menegaskan bahwa serangan tersebut “secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris” di wilayah Kabul dan Nangarhar.
Pihak Pakistan mengklaim telah menerapkan standar kehati-hatian tinggi guna menekan dampak terhadap warga sipil di sekitar lokasi operasional. Selama ini, Islamabad memang kerap menuding Kabul memberikan tempat perlindungan bagi kelompok bersenjata seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).
Di sisi lain, pemerintah Taliban memaparkan kondisi yang kontradiktif. Wakil juru bicara Taliban, Hamdullah Fitrat, menyebutkan bahwa serangan yang terjadi pada Senin (16/3/2026) malam pukul 21.00 waktu setempat itu menghantam Rumah Sakit Pengobatan Kecanduan Omar.
“Sayangnya, jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 400 orang, sementara sekitar 250 lainnya dilaporkan terluka. Tim penyelamat saat ini berada di lokasi kejadian,” ujar Fitrat sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Laporan dari lapangan menggambarkan situasi yang mencekam. Rekaman televisi lokal memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berjibaku di tengah puing-puing bangunan berkapasitas 2.000 tempat tidur yang kini rata dengan tanah.
Seorang petugas keamanan rumah sakit, Omid Stanikzai, memberikan kesaksian bahwa jet tempur menjatuhkan bom setelah ditembaki oleh unit militer yang berada di sekitar area tersebut. “Ada unit militer di sekitar kami. Ketika unit militer ini menembaki jet, jet tersebut menjatuhkan bom dan terjadi kebakaran,” ungkapnya kepada AFP.
Eskalasi Konflik dan Krisis Kemanusiaan
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengecam keras aksi tersebut sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan” dan pelanggaran kedaulatan wilayah udara. Insiden ini memperpanjang daftar hitam gesekan di perbatasan yang dalam beberapa pekan terakhir telah merenggut nyawa warga sipil, termasuk anak-anak.
Kondisi ini pun memantik perhatian dunia. Dewan Keamanan PBB mendesak Taliban untuk lebih serius memerangi terorisme, sembari memperpanjang mandat misi politik PBB di Afganistan.
Di tengah perang urat syaraf antara Islamabad dan Kabul, rakyat sipil kembali menjadi korban paling terdampak. World Food Programme mencatat lebih dari 20.000 keluarga di Afganistan telah terpaksa mengungsi. Krisis kemanusiaan ini kian memburuk, meninggalkan tanda tanya besar kapan derita di lapangan akan mereda.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













