NARASITODAY.COM,JAKARTA – Aroma opor ayam dan empal gentong menyerbak dari dapur kediaman Kris Dayanti di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada perayaan Idul Fitri 1447 H. Tahun ini, sang diva pop sekaligus politisi tersebut memilih merayakan kemenangan dengan suasana yang lebih intim namun tetap sarat makna spiritual.
Bagi sosok yang akrab disapa KD ini, Idul Fitri bukan sekadar ajang selebrasi, melainkan momen refleksi mendalam atas pencapaian spiritual selama satu bulan penuh.
Ditemui di kediamannya pada Senin (23/3/2026), Kris Dayanti mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan kembali menghirup udara kemenangan. Ia memandang hari raya sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.
“Dan alhamdulillah kita bisa mencapai sebuah pencapaian ya. Bukan saja kemenangan, tapi bagaimana kita memaknai ini sebagai hari yang fitri, hari di mana Allah memberikan ampunan atas dosa-dosa kita ya, insyaallah,” ujarnya dengan raut wajah teduh.
Lebih lanjut, ia menyelipkan sebuah filosofi menarik tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap pasca-Ramadan. “Kita jadinya lebih hemat lagi akan dosa karena kita pastinya mau berbuat baik ke depannya. Jadi mudah-mudahan, salam dari saya dan keluarga untuk semua saudara muslim yang menyaksikan, saya dan keluarga memohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Tradisi Keluarga dan Magnet Sang Ibu
Meski tahun ini ia memastikan tidak menggelar open house secara besar-besaran, rumah KD tidak pernah benar-benar sepi. Keberadaan sang ibunda yang telah tinggal bersamanya selama 15 tahun menjadi magnet bagi keluarga besar untuk berkumpul.
Sungkeman pun menjadi ritual wajib yang tak boleh terlewatkan. “Iya, ada tradisi sungkeman. Biasanya Yuni (Shara) dan ada anak-anak, eh apa keluarganya Mas Anang juga insyaallah datang,” ungkap KD.
Ia menjelaskan bahwa hubungan persaudaraan dalam keluarganya sangat cair. Tanpa undangan formal pun, sanak saudara dan kerabat akan datang dengan sendirinya. “Jadi ini karena Mama adalah kakak tertua di sini… Jadi pasti adik-adiknya ke sini. Tanpa diundang-undang gitu pasti pada kumpul, sama seperti warga. Nggak diundang ya datang saja gitu, karena mungkin ada rasa memiliki,” jelasnya.
Menu Khas dan Kebanggaan pada Buah Hati
Lebaran di rumah Kris Dayanti juga identik dengan hidangan tradisional yang menggugah selera. Ia menyiapkan lontong, ketupat, opor ayam, krecek, bakso, hingga empal gentong untuk menjamu tamu yang datang. Saat ditanya apakah dirinya turun tangan langsung memasak semua hidangan tersebut, KD hanya membalasnya dengan tawa renyah.
Di balik kemeriahan makanan, KD menyimpan kebanggaan mendalam pada kedua buah hatinya, Amora dan Kellen, yang mulai belajar memaknai puasa.
“Alhamdulillah Amora full satu bulan. Kellen karena kemarin ada demam jadi batal empat hari ya,” pungkasnya menutup cerita Lebaran tahun ini.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













