NARASITODAY.COM, BITUNG – Deru mesin yang biasanya menjadi irama penenang di tengah laut, seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi awak KM Anaya. Kapal yang tengah membelah perairan Laut Maluku tersebut dilaporkan mengalami kebakaran hebat di ruang mesin, meninggalkan jejak luka dan kepanikan di tengah samudera.
Tim SAR gabungan yang bergerak cepat di bawah koordinasi Basarnas Manado berhasil mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka kini bertambah menjadi lima orang, dengan satu di antaranya tengah berjuang melewati masa kritis.
“Sudah kami dapat info jumlah korban ada 5 orang, (di antaranya) satu dalam kondisi kritis,” ungkap Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026).
Duel Melawan Api di Ruang Mesin
Insiden ini bermula saat api tiba-tiba menyulut ruang jantung kapal. Berdasarkan laporan dari kapten kapal, suasana menjadi mencekam ketika beberapa ABK dengan gagah berani mencoba menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke seluruh bagian kapal. Namun, upaya heroik tersebut harus dibayar mahal.
Nuriadin menjelaskan bahwa luka bakar yang diderita para korban terjadi saat mereka berupaya memadamkan kobaran api di ruang mesin yang sempit dan panas.
“Berdasarkan laporan kebakaran terjadi di ruang mesin kapal dengan jumlah ABK berdasarkan manifesnya sebanyak 20 orang,” tambah Nuriadin.
Evakuasi Medis yang Berkejaran dengan Waktu
Lokasi kejadian yang berada cukup jauh di tengah laut menjadi tantangan tersendiri. Titik koordinat kebakaran diperkirakan berada sekitar 87 mil laut arah timur laut dari Kantor SAR Manado dan 78 mil laut dari Unit Siaga SAR Bitung.
Hingga saat ini, kapal tersebut masih dalam perjalanan menuju daratan dengan sisa tenaga yang ada. Proses pemulangan para korban ini menjadi perlombaan melawan waktu, mengingat kondisi satu orang ABK yang memerlukan penanganan medis darurat.
“Saat ini, kapal dilaporkan bergerak menuju Pelabuhan Bitung dengan kecepatan sekitar 6 hingga 7 knot,” jelas Nuriadin.
Sebelumnya, laporan awal hanya menyebutkan empat ABK yang terluka. Namun, setelah pendataan lebih lanjut di lapangan, jumlah korban meningkat menjadi lima orang. Satu korban dengan luka bakar berat dilaporkan membutuhkan evakuasi medis segera begitu kapal bersandar di dermaga.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














