NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pagi yang tenang di Kabupaten Bekasi berubah menjadi kelabu bagi keluarga besar musisi Erdian Aji Prihartanto, atau yang akrab disapa Anji. Sang ibunda, Siti Sundari, mengembuskan napas terakhirnya dan telah diantarkan ke peristirahatan terakhir di TPU Mangun Jaya pada Jumat (27/3/2026) pagi.
Kepergian Siti Sundari menyisakan duka mendalam, terutama karena terjadi begitu tenang setelah hari-hari penuh tawa di momen Lebaran. Mengenakan pakaian duka, Anji tampak tegar saat menyampaikan rasa terima kasih kepada para pelayat.
“Terima kasih, terima kasih buat doanya,” ucap Anji lirih di area pemakaman TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
Senyum Terakhir di Momen Lebaran
Tidak ada firasat buruk yang membayangi keluarga sebelumnya. Menurut Anji, ibundanya justru terlihat sangat bugar sepanjang Ramadan hingga perayaan Idulfitri tahun ini. Kebahagiaan berkumpul bersama kakak, adik, hingga keponakan seolah menjadi energi tambahan bagi almarhumah.
“Tapi sejak Ramadan, terus terutama setelah Lebaran tuh Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya,” ungkap Anji. Kenangan terakhir yang membekas adalah saat halalbihalal keluarga, di mana sang ibunda tampak sangat gembira menyambut tamu tanpa keluhan kesehatan sedikit pun.
Kronologi Kepergian yang Tenang
Malam sebelum kepergiannya, Siti Sundari masih bercengkerama dengan keluarga dan asisten hingga dini hari. Bahkan, komunikasi terakhir dengan Anji terjadi melalui pesan singkat yang terasa sangat biasa: sebuah pamit untuk beristirahat.
“Kemarin juga gak ada keluhan, orang pamitnya sama saya juga cuma mau tidur gitu. Iya di WhatsApp,” tutur Anji.
Namun, tidur tersebut menjadi tidur yang panjang. Sekitar pukul 07.20 WIB, Anji mendapat kabar bahwa ibundanya sulit dibangunkan. Tinggal di rumah yang berdekatan, mantan vokalis Drive ini langsung berlari untuk memastikan kondisi sang bunda.
“Saya langsung lari karena alhamdulillah rumahnya dekat banget. Tepuk-tepuk, ‘Ma, Ma, Ma, bangun Ma,’ terus ngorok,” kenang Anji dengan nada bergetar.
Meskipun almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal yang sedang dalam masa pengobatan, Anji menjelaskan bahwa ibundanya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) bukan karena kondisi kritis di rumah sakit, melainkan untuk memastikan kondisi beliau yang sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan saat di rumah.
“Jadi sebenarnya Mama tuh memang punya penyakit jantung sama ginjal dalam pengobatan. Terus kayaknya udah hilang di situ karena sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu kayak pas banget lagi alhamdulillah lagi saya pegang,” tutup Anji sembari mengenang sentuhan terakhirnya pada sang ibu.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














