NARASITODAY.COM,AUSTIN – Aspal Circuit of the Americas (COTA) di Texas, Amerika Serikat, dikenal kejam dengan karakter lintasan yang bergelombang dan teknis. Namun, bagi Veda Ega Pratama, sirkuit yang kerap dijuluki sebagai arena “rodeo” bagi para pembalap dunia ini justru menjadi tantangan yang dinanti untuk kembali mencetak sejarah.
Setelah sukses menghentakkan publik balap motor dunia dengan podium ketiga di Moto3 Brasil akhir pekan lalu, pembalap muda asal Gunung Kidul ini mendarat di Austin dengan kepercayaan diri tinggi.
“Track walk (cek lintasan) selesai, siap untuk rodeo!!” tulis Veda Ega melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (26/3/2026).
Debut Sensasional Sang Debutan
Musim 2026 menjadi panggung pembuktian bagi remaja berusia 17 tahun ini. Sebagai seorang debutan, capaian Veda tergolong sensasional. Pada seri pembuka di Moto3 Thailand, ia berhasil finis di posisi kelima, disusul keberhasilan meraih podium ketiga di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil.
Podium tersebut bukan sekadar angka bagi Veda, melainkan tinta emas bagi dunia otomotif tanah air. Dengan raihan tersebut, Veda Ega resmi menjadi pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang mampu menapakkan kaki di podium ajang Grand Prix.
Ujian Tikungan Kiri di COTA
Meski datang dengan modal podium, tantangan di COTA diprediksi akan jauh lebih berat. Berbeda dengan Sirkuit Buriram (Thailand) atau Ayrton Senna (Brasil) yang didominasi oleh tikungan kanan, COTA memiliki karakter yang berlawanan dengan lebih banyak tikungan kiri yang menuntut fisik prima.
Sirkuit Amerika ini akan menguji sejauh mana adaptasi Veda terhadap gaya balap yang berbeda dari dua seri sebelumnya. Publik Indonesia kini menanti apakah sang “Rodeo dari Gunung Kidul” ini mampu kembali bersinar dan mengibarkan Merah Putih di Texas pada balapan yang dijadwalkan berlangsung 27-30 Maret 2026.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














