NARASITODAY.COM, MADINAH – Perjalanan ibadah umrah yang seharusnya berlangsung khusyuk berubah menjadi momen menegangkan bagi 24 warga negara Indonesia (WNI) saat bus yang mereka tumpangi terbakar di tengah perjalanan dari Mekkah menuju Madinah, Arab Saudi.
Insiden terjadi setelah rombongan melintasi titik pemeriksaan terakhir, sekitar 50 kilometer sebelum memasuki Madinah. Di tengah hamparan gurun yang sunyi, kepanikan sempat menyelimuti para jemaah ketika asap mulai terlihat dari kendaraan yang mereka tumpangi.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi selamat.
“Seluruh jemaah WNI dinyatakan selamat dan tidak ada korban jiwa atau luka. Mereka semua telah dievakuasi dengan bus pengganti. Saat ini, semua jemaah dalam keadaan sehat dan telah tiba di Madinah,” ujar Heni dalam keterangan resmi, Jumat (27/3) malam.
Saat ini, para jemaah diketahui telah beristirahat di Manazel Al-Saadiq Hotel setelah melalui perjalanan darurat yang menegangkan. Tim Konsuler dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah juga dijadwalkan menyusul ke Madinah untuk memastikan kondisi mereka secara langsung.
Kebakaran bus tersebut sempat viral di media sosial setelah sebuah video beredar luas, memperlihatkan kendaraan dilalap api di tepi jalan gurun. Namun di balik gambar dramatis itu, keselamatan seluruh penumpang menjadi kabar yang paling melegakan.
Staf Teknis Urusan Haji Umrah KJRI Jeddah, Ilham Effendy, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mengupayakan kompensasi bagi para jemaah yang kehilangan seluruh barang bawaan.
“Tim juga sedang mengkomunikasikan kepada muassasah agar 24 jamaah dimaksud dapat diberikan kompensasi mengingat semua barang bawaannya (koper, dll) hangus terbakar,” ujarnya.
Bus tersebut merupakan bagian dari operasional perusahaan transportasi lokal dan dikemudikan oleh seorang warga negara Mesir. Sementara perjalanan umrah para jemaah difasilitasi oleh biro perjalanan asal Indonesia, dengan dukungan mitra layanan di Arab Saudi.
Berdasarkan penelusuran awal, kebakaran dipicu oleh pecahnya ban belakang bus. Situasi kemudian memburuk ketika asap muncul dari bagian depan kendaraan. Pengemudi dengan sigap menghentikan laju bus, memberi waktu bagi seluruh penumpang untuk turun dan menyelamatkan diri.
“Tidak lama kemudian, api muncul dari bagian belakang bus dan membakar seluruh kendaraan, termasuk koper dan barang bawaan jamaah yang berada di dalam bus,” ungkap Heni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan spiritual, selalu ada risiko tak terduga. Namun, kesigapan pengemudi dan respons cepat otoritas setempat memastikan bahwa insiden tersebut tidak berubah menjadi tragedi yang lebih besar.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














