NARASITODAY.COM, NANGGUNG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, diwarnai kejadian tak biasa.
Selain keterlambatan distribusi, mitra program mengungkap adanya dugaan peristiwa kesurupan di dapur yang turut menghambat proses penyaluran makanan.
Mitra MBG, H. Leo, membenarkan bahwa pendistribusian ompreng makanan pada Rabu (1/4/2026) mengalami keterlambatan.
Ia menyebut penyaluran baru siap dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB, saat sebagian besar siswa SDN Gunung Dahu sudah dipulangkan.
“Memang tadi kita lambat dalam operasional. Saat makanan siap, siswa sudah pulang dan pihak sekolah menolak menerima karena sudah di luar waktu,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, makanan yang seharusnya diperuntukkan bagi ratusan siswa SDN Gunung Dahu akhirnya dialihkan ke pondok pesantren.
Namun di balik keterlambatan itu, H. Leo juga mengungkap adanya kejadian yang tidak lazim di dapur produksi.
Ia menyebut beberapa pekerja mengalami kesurupan saat proses memasak berlangsung.
“Memang di dapur itu, kata teman-teman ada yang mengalami kesurupan. Bahkan sampai dua orang. Selain itu, bahan makanan juga seperti sering hilang tanpa sebab,” ungkapnya.
Menurutnya, kejadian tersebut sempat membuat proses produksi terganggu dan membingungkan tim dapur.
Ia mengaku telah menyiapkan bahan dalam jumlah cukup, namun saat dimasak, beberapa bahan disebut berkurang secara tidak wajar.
“Saya sudah belanja lebih, tapi saat dimasak seperti kurang. Itu yang bikin bingung tim di lapangan,” katanya.
H. Leo menambahkan, peristiwa ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak program berjalan.
Ia juga mengakui bahwa operasional dapur sempat terhenti sekitar setengah bulan sebelumnya, yang turut memengaruhi kesiapan tim saat kembali beroperasi.
Sementara itu, keputusan pengalihan distribusi disebutnya berada di bawah kewenangan kepala SPPG sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Untuk boleh tidaknya dialihkan, itu kewenangan kepala SPPG yang lebih memahami juknis,” jelasnya.
Wartawan : Andreas













