Menu MBG SPPG Bantarkaret Ditolak Siswa

0
Menu MBG
Tangkapan layar salah satu guru di salah satu SDN mengirim keluhan ke awak media. Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Bantarkaret yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terlihat banyak tidak tersentuh. Pihak sekolah menyebut menu, khususnya lauk telur, tidak sesuai dengan selera siswa hingga satu kelas tidak mengonsumsinya.

NARASITODAY.COM, BOGOR- Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menuai penolakan dari sejumlah siswa di salah satu sekolah penerima, Rabu (1/4/2026).

Alih-alih disambut antusias, makanan yang dibagikan justru banyak tidak tersentuh. Seorang guru di sekolah tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebut sebagian besar siswa enggan mengonsumsi menu yang disediakan karena dinilai tidak sesuai dengan selera mereka.

Baca Juga :  Pj Bupati Bogor Ajak Warga Maknai Isra Miraj dengan Solat Tahajud, Zikir dan Subuh Keliling

“Memang hari ini kami menerima kiriman MBG, tapi anak-anak banyak yang tidak memakannya,” ujarnya.

Menurutnya, hampir seluruh menu yang dibagikan berakhir tidak dikonsumsi. Bahkan, lauk berupa telur yang menjadi salah satu sumber protein utama dalam paket MBG, dilaporkan sama sekali tidak disentuh oleh siswa dalam satu kelas.

Baca Juga :  PJ Gubernur Jawa Barat Ajak Masyarakat Jaga Netralitas dan Patuhi Aturan Saat Pilkada

“Untuk menu telur, satu kelas tidak ada yang makan,” katanya.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di pihak sekolah. Mereka menilai program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran dari sisi penyajian.

Pihak sekolah pun mengaku telah menyampaikan laporan kepada pihak terkait sebagai bahan evaluasi.

Baca Juga :  Biar Gak Bolak-Balik Toilet! Kenali 5 Penyebab Utama Sering Buang Air Kecil Setelah Sahur dan Cara Mencegahnya

Mereka berharap ada perbaikan, baik dari segi kualitas rasa maupun variasi menu, agar makanan yang disalurkan benar-benar dapat dikonsumsi oleh siswa.

“Harapannya tentu ada evaluasi. Program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak,” tutupnya.

Wartawan : Andreas