NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aroma persaingan sengit di kancah futsal Asia Tenggara mulai terasa di pemusatan latihan Timnas Futsal Indonesia. Menjelang keberangkatan ke Nakhon, Thailand, skuad asuhan Hector Souto membawa beban sekaligus motivasi besar yaitu mempertahankan status sebagai raja futsal ASEAN. Target juara pun menggema kompak dari bibir para pemain Merah Putih.
Turnamen Piala AFF Futsal 2026 yang akan digelar pada 6-12 April mendatang menjadi panggung pembuktian bagi generasi baru maupun pilar lama Indonesia untuk mengulang kejayaan tahun 2024 silam.
Mentalitas Pemenang Dewa Rizki
Dewa Rizki, salah satu penggawa yang kembali dipercaya mengenakan seragam berlambang Garuda di dada, menegaskan bahwa tidak ada target lain selain kemenangan di setiap laga. Baginya, kerja keras adalah harga mati demi menjaga trofi tetap berada di pangkuan Indonesia.
“Kalau motivasi saya sendiri, apalagi di Piala AFF sebelumnya Indonesia juara. Pastinya ingin mempertahankan gelar juaranya dan terus bekerja keras. Saya ingin menang di setiap pertandingan. Itu saja sudah cukup,” tegas Rizki saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Sebagai salah satu dari sedikit pemain yang bertahan dari skuad Piala Asia Futsal 2026, Rizki merasa bersyukur dan berjanji akan memberikan segalanya di lapangan.
“Pastinya sangat bersyukur karena saya dipanggil untuk seleksi Piala AFF ini. Saya ingin menampilkan yang terbaik lagi di setiap pertandingannya. Pokoknya all-out, do the best untuk diri sendiri dan Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Grup B: Jalur Terjal Menuju Podium
Indonesia dipastikan tidak akan melenggang mudah. Tergabung di Grup B, tim Merah Putih harus berhadapan dengan kekuatan tradisional seperti Australia dan Malaysia, serta Brunei Darussalam. Meski pelatih Hector Souto bersikap realistis dengan memasang target bertahap, para pemain memiliki ambisi yang lebih melangit.
Guntur Sulistyo, pemain Timnas lainnya, mengungkapkan bahwa keinginan untuk berdiri di podium tertinggi adalah bahan bakar utama bagi para pemain saat ini.
“Dari pelatih memang targetnya lolos semifinal dulu. Tapi kalau saya pribadi, tentu ingin juara. Itu jadi motivasi bagi pemain lain untuk bisa kembali bawa pulang piala,” ucap Guntur dengan nada optimistis.
Menanti Taktik Hector Souto
Kehadiran Hector Souto di kursi pelatih membawa warna baru dengan kombinasi pemanggilan pemain lama yang sempat menepi. Perpaduan pengalaman dan tenaga muda ini diharapkan mampu meredam dominasi tuan rumah Thailand yang diprediksi akan menjadi pesaing terberat.
Dengan status sebagai juara bertahan Piala AFF Futsal 2024, Indonesia kini datang bukan sebagai kuda hitam, melainkan tim yang paling diperhitungkan. Seluruh mata pecinta futsal tanah air kini tertuju pada Nakhon, menanti apakah trofi tersebut akan kembali mendarat di Jakarta pada pertengahan April nanti.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













