Da Nang Relokasi 400 Ribu Makam demi Jalur Kereta Cepat dan Kota Pintar Masa Depan

0
Da Nang
Ilustrasi Senja di pemakaman.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DA NANG – Di antara deretan pemukiman padat dan zona bisnis yang tumbuh pesat di Da Nang, Vietnam, ratusan ribu nisan tua menjadi saksi bisu sejarah kota. Namun kini, nisan-nisan tersebut harus bersiap untuk “pindah rumah”. Pemerintah Kota Da Nang resmi mengumumkan rencana ambisius untuk merelokasi hampir 400 ribu makam demi melapangkan jalan bagi proyek kereta cepat nasional dan penataan kawasan pesisir.

Langkah ini menandai salah satu proyek pembebasan lahan paling kompleks dalam sejarah modern Vietnam. Dinas Konstruksi Da Nang telah mengajukan proposal resmi kepada Komite Rakyat setelah survei terbaru mencatat ada 394.470 makam yang perlu dipindahkan hingga akhir Februari lalu.

Baca Juga :  MPR RI Minta Maaf atas Viral Keputusan Dewan Juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalimantan Barat

Benturan Urbanisasi dan Tradisi

Keberadaan makam di tengah hiruk-pikuk kota merupakan dampak dari urbanisasi kilat selama beberapa dekade terakhir. Banyak hunian warga yang dibangun mengepung area pemakaman lama tanpa adanya relokasi terlebih dahulu.

Hasil survei menunjukkan skala persoalan yang masif di koridor timur Da Nang saja, terdapat 256 kompleks pemakaman dengan total lebih dari 1,4 juta makam yang tersebar di lahan seluas 1.420 hektare. Pemerintah setempat menilai kondisi ini melanggar standar zona penyangga lingkungan.

“Keberadaan makam di tengah permukiman berpotensi mencemari air tanah dan berisiko terhadap kesehatan publik, serta menghambat perencanaan kota dan investasi,” bunyi pernyataan otoritas setempat sebagaimana dikutip dari VNExpress, Senin (6/4/2026).

Baca Juga :  Hadapi Vietnam di Semifinal, Indonesia Fokus Perbaiki Servis dan Receive

Demi Kereta 350 Km/Jam

Urgensi relokasi ini semakin memuncak seiring dimulainya proyek kereta cepat Utara-Selatan Vietnam. Jalur kereta yang dirancang mampu melaju hingga kecepatan 350 kilometer per jam tersebut akan membelah wilayah Da Nang sepanjang 116 kilometer. Proyek infrastruktur raksasa ini membutuhkan pembebasan lahan sedikitnya 866 hektare.

Targetnya tidak main-main. Pemerintah Vietnam membidik peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026. Selain untuk lintasan kereta, lahan yang dibebaskan bakal disulap menjadi kawasan perkotaan pesisir modern yang mengusung konsep hijau dan pintar (smart green city).

Eksodus ke Wilayah Barat

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota telah menyiapkan strategi “Eksodus Timur ke Barat”. Lima kompleks pemakaman terpusat baru seluas 437 hektare akan dibangun di wilayah barat Da Nang untuk menampung ratusan ribu makam yang direlokasi.

Baca Juga :  Duka Mendalam Sarwendah, Kehilangan Sosok Paling Sayang dan Paling Sering Telpon

“Perencanaan proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2026, sementara proses relokasi diharapkan sebagian besar selesai pada 2030,” lapor otoritas terkait.

Sembari menyiapkan lahan baru, pemerintah juga memperketat pengawasan di lapangan. Otoritas setempat kini melarang keras praktik pemakaman ilegal di luar zona yang telah ditentukan untuk memastikan peta jalan penataan kota tetap berada pada jalurnya. Bagi Da Nang, memindahkan masa lalu adalah harga yang harus dibayar untuk menjemput masa depan yang lebih cepat dan bersih.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com