NARASITODAY.COM, JAKARTA – Harapan masyarakat akan kestabilan biaya hidup mendapat angin segar di awal kuartal kedua tahun ini. Memasuki bulan April 2026, PT Pertamina (Persero) secara resmi memutuskan untuk tidak mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk pada lini produk non-subsidi.
Langkah ini tergolong menarik, mengingat biasanya tanggal 1 setiap bulan menjadi momen krusial bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika harga minyak dunia. Namun, berdasarkan pantauan di situs resmi MyPertamina hingga Senin (6/4/2026), label harga di seluruh SPBU Pertamina masih setia pada angka yang berlaku sejak bulan Maret lalu.
Keputusan ini bukan tanpa dasar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam sebuah konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah memegang kendali penuh untuk menjaga stabilitas harga demi masyarakat.
“Kami sampaikan terkait penyesuaian harga. Kami sampaikan perintah Pak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, flat pakai harga sekarang,” ungkapnya.
Fokus pada Stabilitas Nasional
Bagi para pengguna Pertamax di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga masih dipatok di angka Rp 12.300 per liter. Begitu pula dengan lini produk unggulan lainnya seperti Pertamax Green 95 (Rp 12.900), Pertamax Turbo (Rp 13.100), Dexlite (Rp 14.200), dan Pertamina Dex (Rp 14.500).
Pemerintah tampaknya ingin memberikan kepastian di tengah arus informasi yang terkadang simpang siur. Menteri ESDM pun menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk merujuk pada data resmi otoritas guna menghindari kepanikan.
“Untuk BBM non subsidi, kami dengan tim Pertamina maupun SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai, itu kapan? tunggu dulu, artinya belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” tegas sang Menteri.
Ia pun menambahkan sebuah pesan penting bagi publik: “Saya minta masyarakat info yang dipegang itu dari pemerintah, selain itu saya mohon kita lebih cerdas mengelola info. Tujuannya agar tetap stabil.”
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026
Meski secara nasional cenderung stabil, terdapat perbedaan harga tipis antar wilayah karena pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi. Berikut adalah rangkuman harga untuk beberapa wilayah kunci:
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat | Rp 12.300 | Rp 13.100 | Rp 14.200 | Rp 14.500 |
| Aceh, Sumatera Utara, Lampung | Rp 12.600 | Rp 13.350 | Rp 14.500 | Rp 14.800 |
| Sumatera Barat, Riau | Rp 12.900 | Rp 13.650 | Rp 14.800 | Rp 15.100 |
| Kalimantan & Sulawesi | Rp 12.600 | Rp 13.350 | Rp 14.500 | Rp 14.800 |
| Papua | Rp 13.050 | Rp 14.050 | Rp 14.500 | – |
Sementara itu, harga BBM subsidi jenis Pertalite (Rp 10.000/liter) dan Solar Subsidi (Rp 6.800/liter) dipastikan tetap tidak bergeming, melanjutkan sejarah kestabilan harga yang sudah terjaga sejak September 2022.
Kebijakan ini diharapkan menjadi “bantalan” ekonomi bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian tanpa harus terbebani oleh kenaikan biaya transportasi di awal bulan ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














