Sebut Raja Charles III Mungkin Muslim, Rudy Giuliani Lontarkan Teori Konspirasi di Acara Piers Morgan

0
monarki
Raja Inggris, Charles III.Foto : theguardian.com

NARASITODAY.COM, LONDON – Sosok kontroversial Rudy Giuliani kembali memicu kegaduhan publik. Mantan Wali Kota New York sekaligus pengacara Donald Trump tersebut melontarkan klaim mengejutkan dengan menduga bahwa Raja Inggris, Charles III, kemungkinan adalah seorang Muslim.

Pernyataan berani tersebut disampaikan Giuliani dalam sesi wawancara di kanal YouTube jurnalis senior Inggris, Piers Morgan, pada Senin (6/4/2026). Di hadapan Morgan, Giuliani menggambarkan masa depan Inggris yang ia klaim sedang mengalami pergeseran identitas agama secara drastis.

“Saya punya orang-orang dari Inggris yang mengatakan kepada saya bahwa kalian akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun,” ujar Giuliani sebagaimana dikutip dari Middle East Eye.

Ia menambahkan argumennya dengan menyinggung pergeseran peta religi di Inggris. “Gereja Katolik Roma kini lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin menjadi raja Muslim Inggris,” tambah dia.

Baca Juga :  Lelang Sotheby's Pecahkan Rekor, Koleksi Miliarder Joe Lewis Untung 3.500% di Tengah Lesunya Pasar Mewah

Tudingan Dominasi dan Peran Iran

Tak berhenti di situ, Giuliani juga melempar tuduhan bahwa komunitas Muslim di Inggris memiliki agenda terstruktur untuk mengambil alih negara tersebut. Menurut versinya, pergerakan ini tidak lepas dari pengaruh kekuatan asing di Timur Tengah.

Inggris sedang mengambil alih dan memang ingin mengambil alih, dan itu adalah tujuan mereka. Iran menjadi bahan bakar di balik hal tersebut. Jika Republik Islam Iran disingkirkan, situasinya akan bergerak ke arah sebaliknya,” tegas Giuliani.

Piers Morgan sempat mencoba meluruskan dengan menyodorkan data bahwa populasi Muslim di Inggris saat ini hanya berkisar lima persen. Namun, Giuliani menepis fakta tersebut dan menunjuk pada pengaruh politik yang menurutnya sudah sangat kuat.

Baca Juga :  Inggris Tuduh Kremlin di Balik Kematian Navalny, Racun Katak Panah Jadi Senjata

“Tidak masalah. Mereka memiliki kekuatan besar. Berapa banyak jabatan wali kota yang mereka miliki? Jumlahnya banyak,” respons Giuliani merujuk pada beberapa wali kota Muslim di Inggris, termasuk Wali Kota London, Sadiq Khan.

Fakta di Balik Simpati Sang Raja

Gagasan mengenai identitas agama Raja Charles III sebenarnya bukanlah hal baru di jagat maya, melainkan sebuah teori konspirasi yang sering muncul di forum-forum internet. Secara formal, Charles III adalah Kepala Gereja Inggris (Church of England).

Baca Juga :  Jangan Sampai Ketinggalan! 5 Tempat Wisata Terbaik di Krakow yang Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan

Meski demikian, sang Raja memang dikenal sebagai sosok yang memiliki apresiasi tinggi terhadap nilai-nilai Islam. Ia diketahui mempelajari bahasa Arab agar dapat membaca Al-Qur’an secara langsung dan sering mempromosikan dialog antaragama.

Dalam berbagai kesempatan, Charles menyatakan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen adalah tiga agama monoteistik besar yang memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang dipahami publik secara umum. Baginya, komunitas Muslim di Inggris bukanlah sebuah ancaman, melainkan aset yang memperkaya khazanah budaya negara.

Hingga saat ini, pihak Istana Buckingham belum memberikan komentar terkait pernyataan Giuliani tersebut. Namun, wawancara ini telah memicu perdebatan luas mengenai batasan antara analisis politik dan penyebaran teori konspirasi di ruang publik.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com