NARASITODAY.COM, BOGOTA – Pemerintah Kolombia berencana mengambil langkah tegas untuk mengatasi lonjakan populasi kuda nil yang kini dianggap sebagai spesies invasif. Program pengendalian ini dijadwalkan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2026, dengan salah satu upaya awal berupa tindakan eutanasia terhadap sekitar 80 ekor kuda nil.
Menteri Lingkungan Kolombia, Irene Vélez, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah kuda nil di negara tersebut telah mencapai sekitar 200 ekor. Hewan-hewan ini terutama tersebar di wilayah tengah, khususnya di sekitar Sungai Magdalena. Tanpa intervensi, jumlahnya diperkirakan akan meningkat drastis hingga menyentuh angka 1.000 ekor pada tahun 2035.
Menurut Vélez, langkah pengendalian ini bukan tanpa alasan. Pertumbuhan populasi kuda nil dinilai telah mengganggu keseimbangan ekosistem setempat. Kehadiran mereka mengancam keberlangsungan spesies asli, seperti kura-kura sungai dan manatee air tawar, serta berkontribusi terhadap penurunan kualitas air.
Ia menegaskan bahwa tindakan pengurangan populasi menjadi penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kolombia. Meski demikian, pelaksanaan rencana tersebut masih menunggu persetujuan dan izin resmi dari pihak terkait.
Selain dampak ekologis, Vélez juga menyoroti masalah kesehatan genetik pada populasi kuda nil di Kolombia. Perkawinan sedarah yang terjadi dalam kelompok tersebut menyebabkan munculnya kelainan genetik, sehingga mengurangi minat berbagai lembaga untuk menampung atau merelokasi hewan-hewan tersebut.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah Kolombia kini dihadapkan pada keputusan sulit antara perlindungan satwa dan keberlanjutan ekosistem.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














