NARASITODAY.COM, JAKARTA – Tawa yang sering ia suguhkan di layar kaca, aktor Fanny Fadillah kini sedang menempuh jalan hidup yang terjal. Pemeran karakter ikonik “Ucup” dalam komedi situasi Bajaj Bajuri ini secara terbuka menceritakan perjuangannya menghadapi badai perceraian dan himpitan ekonomi yang kian menantang.
Meski diterpa masalah keuangan yang pelik, Fanny menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah kesejahteraan dan kebahagiaan kedua buah hatinya.
Komitmen Ayah di Tengah Perpisahan
Setelah membina rumah tangga sejak 2006, Fanny resmi berpisah dengan Theresia Novita Elvira Pangerapan pada tahun 2021. Perceraian yang dikaruniai dua anak perempuan tersebut membawa perubahan besar dalam dinamika hidupnya, meski ia berusaha menjaga rutinitas tetap stabil.
“Ya, yang namanya kita berpisah otomatis mau enggak mau perubahan ada. Tapi enggak sesignifikan itu,” ungkap Fanny dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Fanny memilih untuk memisahkan ego pribadinya dengan kebutuhan anak. Baginya, meski atap tempat tinggal sudah berbeda, aliran kasih sayang tidak boleh terputus.
“Ya saya memang kan yang bermasalah saya sama istri, jangan libatkan si anak. Kita berusaha untuk selalu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka. Kasih sayang, perhatian, semuanya,” tegasnya.
Keterbukaan dan Fleksibilitas
Dalam hal pola asuh, Fanny mengaku tidak menerapkan aturan kaku terkait waktu pertemuan. Ia memberikan kebebasan penuh demi menjaga kedekatan emosional dengan anak-anaknya.
“Saya enggak pernah batesin dan dia juga enggak pernah minta, ‘Gue hari ini, hari ini,’ enggak. Setiap waktu mau ketemu kapanpun, 24 jam selalu saya kasih,” jelas Fanny. Ia mencontohkan bagaimana komunikasi tetap terjalin erat bahkan saat ia sedang bekerja di luar kota.
Melawan Arus Kesulitan Ekonomi
Selain masalah personal, sektor finansial juga menjadi medan tempur bagi Fanny. Ia mengakui sempat mencoba peruntungan dengan membuka usaha di luar dunia hiburan guna menambah pemasukan, namun dewi fortuna belum berpihak padanya.
“Artinya enggak berhasil lah. Bukan sekali dua kali, udah dua tiga kali ya. Artinya udah cukup bahwa, ‘Oh ini bukannya dunia gue,’ gitu,” tuturnya dengan nada pasrah namun realistis.
Kondisi ekonomi yang sulit ini sempat memicu isu miring bahwa rumah miliknya disita oleh pihak bank. Namun, Fanny meluruskan kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumahnya memang dijadikan jaminan pinjaman untuk modal usaha dan biaya hidup, namun kini sedang dalam proses lelang karena kesulitan membayar cicilan.
“Berjalannya waktu sampai 2024 itu, saya kerepotan membayar cicilan dan saya tahu risiko pinjam dari bank itu gimana. Pihak bank juga kooperatif sama saya bilang kalau ada tunggakan segini dan ini akan masuk proses lelang. Jadi bukan disita ya,” pungkasnya.
Menatap Hari Esok dengan Optimisme
Kini, sembari menunggu proses lelang rampung, Fanny bersiap untuk memulai hidup baru di rumah kontrakan bersama anak-anaknya. Meski harus melepaskan aset berharga, semangatnya untuk bangkit tidak padam.
Kisah Fanny Fadillah menjadi potret nyata seorang kepala keluarga yang berusaha tetap tegak berdiri di tengah guncangan ekonomi dan kegagalan rumah tangga. Baginya, status sebagai aktor mungkin bisa pasang surut, namun perannya sebagai seorang ayah adalah tugas seumur hidup yang tak boleh gagal.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














