NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana melakukan perbaikan besar-besaran terhadap rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayah Papua. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman dan layak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program tersebut akan mulai dilaksanakan pada 27 April 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional perumahan yang difokuskan pada daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Program renovasi yang dikenal sebagai “bedah rumah” ini menargetkan sedikitnya 21 ribu unit rumah di Papua. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan pendataan yang terus dilakukan oleh pemerintah. Menurut Maruarar, pelaksanaan program ini akan dilakukan secara masif untuk memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut akan mencakup enam provinsi di Papua dan melibatkan 42 kabupaten. Setiap kabupaten ditargetkan merenovasi minimal 500 rumah agar memenuhi standar kelayakan hunian. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni secara signifikan.
Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan perbaikan rumah-rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan. Dalam pelaksanaannya, sejumlah pihak turut dilibatkan, termasuk tokoh yang memimpin satuan tugas terkait percepatan program tersebut.
Selain fokus pada renovasi fisik rumah, pemerintah juga menyiapkan program pendukung berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan. Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan Permodalan Nasional Madani dan Sarana Multigriya Finansial.
Melalui kombinasi program renovasi dan dukungan pembiayaan, pemerintah tidak hanya ingin memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, perubahan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Papua.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













