BUMDes Cimanggu 1 Panen Perdana Pisang Barangan Jumbo Merah, Produktivitas Lampaui Target

0
Panen pisang barangan jumbo merah di kebun BUMDes Abdi Mandiri, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin (20/4/2026). Tampak pengurus BUMDes bersama mitra dari PT Mandiri Banana Indonesia menunjukkan hasil panen yang mencapai rata-rata 18 kilogram per tandan.

NARASITODAY.COM, CIBUNGBULANG- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Abdi Mandiri, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mulai menuai hasil dari program ketahanan pangan berbasis desa. Di lahan seluas dua hektare, budidaya pisang barangan jumbo merah yang digarap sejak awal 2025 kini memasuki fase panen bertahap dengan hasil yang dinilai menjanjikan.

Panen yang berlangsung di Kampung Jatek, Senin (20/4/2026), turut dihadiri jajaran PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) sebagai mitra, termasuk Direktur Utama Fachri Yulizar.

Kehadiran pihak perusahaan menjadi penegas kolaborasi antara desa dan sektor swasta dalam mendorong produktivitas pertanian lokal.

Ketua BUMDes Abdi Mandiri, Martin Supriatin, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana desa tahun 2025 yang difokuskan pada sektor pertanian. Dari total lahan dua hektare, baru satu hektare yang telah ditanami sekitar 750 pohon pisang sejak Februari 2025.

Baca Juga :  Sopir Bus Tewas Akibat Lemparan Batu Setelah Pertandingan Bola Basket

“Sekitar 20 persen tanaman sudah memasuki masa panen. Sisanya diperkirakan menyusul dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Martin.

Hingga panen kelima, tercatat sebanyak 137 tandan pisang telah dipetik dengan rata-rata berat 18 kilogram per tandan. Total produksi sementara mencapai sekitar 2,4 ton. Panen dilakukan secara bertahap mengikuti tingkat kematangan buah, bukan serentak.

BUMDes juga terus melakukan ekspansi dengan menanam bibit baru di lahan yang belum tergarap. Jika seluruh lahan dua hektare terisi, jumlah pohon diperkirakan mencapai 2.600 batang.

Baca Juga :  Aan Triana Al Muharrom Akan Kawal Pembangunan Huntap Rampung Di Tahun 2025

Martin mengungkapkan, keberhasilan awal ini tak lepas dari penerapan teknik budidaya yang disiplin, mulai dari pengolahan lahan, pemberian pupuk kandang minimal lima kilogram per lubang tanam, hingga pola tanam tumpang sari dengan sayuran seperti bayam dan kangkung. Ia menegaskan, tanaman seperti kacang-kacangan dan umbi-umbian dihindari karena dapat mengganggu pertumbuhan pisang.

Optimisme pun mengiringi langkah BUMDes ke depan. Sebagian besar tanaman diprediksi akan memasuki masa panen pada Juni 2026, termasuk anakan generasi pertama yang mulai tumbuh.

Di sisi lain, Dirut PT MBI Fachri Yulizar mengapresiasi capaian BUMDes yang dinilai melampaui standar waktu panen. Berdasarkan perhitungan, masa tanam hingga panen hanya memakan waktu sekitar 10 bulan 5 hari—lebih cepat dari rata-rata 11 hingga 12 bulan.

Baca Juga :  Pastikan Malam Tahun Baru Kondusif, Bupati Bogor Bersam Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan dan Car Free Night Malam Tahun Baru 2026

“Ini menunjukkan penerapan SOP berjalan dengan baik. Kondisi tanaman sehat, pertumbuhan optimal, dan kualitas buah di atas rata-rata,” kata Fachri.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petani dan perusahaan. Menurutnya, inovasi di lapangan dapat menjadi pelengkap standar operasional yang sudah ada, sehingga menghasilkan kualitas panen yang lebih kompetitif di pasar.

Faktor lingkungan seperti kesuburan tanah dan tingkat kelembapan, lanjut Fachri, turut memengaruhi hasil produksi. Ke depan, pihaknya berencana melakukan peningkatan kualitas hasil panen agar lebih bersih dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Potensinya besar. Tinggal bagaimana konsistensi perawatan dan pengembangan terus dijaga,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas