Warga Washington Meninggal akibat Flu Burung H5N5, Tidak Ada Bukti Penularan Antarmanusia

0
flu burung
Ilustrasi Flu Burung. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Seorang warga Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, meninggal dunia pada Jumat (21/11/2025) saat sedang menjalani perawatan untuk infeksi flu burung varian H5N5.

Ini menandai kasus manusia pertama yang terkonfirmasi secara global untuk strain flu burung H5N5, menurut pernyataan dari departemen kesehatan negara bagian tersebut seperti dilansir oleh Reuters.

Individu yang meninggal tersebut adalah seorang lansia dengan kondisi kesehatan mendasarinya yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga :  Jaga Produktivitas! 5 Cara Agar Tidak Mudah Tertular Flu di Tempat Kerja

Departemen kesehatan negara bagian mengidentifikasi bahwa pasien tersebut memiliki kawanan unggas domestik campuran di halaman belakang rumahnya. Penyelidikan menemukan adanya flu burung di lingkungan kawanan unggas tersebut, yang menunjuk pada unggas domestik atau burung liar sebagai kemungkinan sumber paparan bagi pasien.

Meskipun kasus ini unik dan mematikan, otoritas kesehatan berupaya meredam kekhawatiran masyarakat umum. Mereka menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.

Baca Juga :  Serangan di Edinburgh Lukai Lima Orang, Polisi Skotlandia Dakwa Pria 36 Tahun

Pihak departemen kesehatan juga mengonfirmasi bahwa tidak ada individu lain yang terlibat dalam kasus ini yang dites positif flu burung atau avian influenza.

“Petugas kesehatan masyarakat akan terus memantau siapa pun yang melakukan kontak dekat dengan pasien untuk mengetahui gejalanya,” kata departemen tersebut.

Baca Juga :  Gugatan MK Dicabut, Akhirnya PDIP Akui Kemenangan Rudy - Jaro Ade

“Tidak ada bukti penularan virus ini antarmanusia.” lanjunya

Individu lain yang terpapar pada kawanan unggas di halaman belakang rumah pasien dan lingkungannya juga tengah dipantau secara ketat untuk mendeteksi potensi gejala flu burung. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan virus tersebut tidak menyebar lebih luas ke komunitas.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber