Cari Keadilan, Clara Shinta Sambangi Komnas Perempuan Terkait Skandal VCS Sang Suami

0
Clara Shinta
selebgram sekaligus pebisnis, Clara Shinta.Foto : republika.co.id

NARSITODAY.COM,BOGOR – Langkah kaki selebgram sekaligus pebisnis, Clara Shinta, terdengar mantap saat memasuki gedung Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Di balik balutan busana yang rapi, tersimpan beban berat seorang istri yang rumah tangganya tengah diguncang prahara besar.

Kedatangan Clara bukan tanpa alasan. Ia hadir untuk mengadukan tindakan suaminya, Muhammad Alexander Assad alias Lexa, yang diduga melakukan video call sex (VCS) dengan perempuan lain. Didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, Clara memilih menempuh jalur formal demi menjaga martabatnya sebagai perempuan.

Bukan Sekadar Aduan, Tapi Perlawanan

Persoalan kian pelik ketika Clara justru menerima somasi senilai Rp10,7 miliar dari perempuan bernama Indah, yang diduga menjadi lawan bicara Lexa dalam video syur tersebut. Alih-alih mendapatkan permintaan maaf, Clara justru merasa dipojokkan secara hukum.

Baca Juga :  Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perbudakan di Melbourne, Pasangan Malaysia Diadili

Usai pertemuan, Clara mengungkapkan bahwa Komnas Perempuan menyambutnya dengan perspektif yang menyejukkan. “Kalau tadi respons dari pihak Komnas, namanya juga Komnas Perempuan ya, mereka itu mendengarkan bukan secara mata hukum, tapi lebih ke mata perempuan,” tutur Clara kepada awak media.

Ia merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat sebagai seorang istri yang sah secara administrasi negara maupun agama. “Jadi mereka paham kita hidup di negara hukum ini apa pun tindakan yang siapa pun perbuat itu pasti akan ada imbasnya. Mereka lebih melihat ke apalagi terlebih lagi posisi saya ini istri sah, punya kekuatan hukum lagi di mata agama dan hukum,” tambahnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Yasmine OW Dan Aditya Zoni Resmi Bercerai: Kisah Cinta Yang Berakhir

Kerugian yang Tak Terukur Materi

Bagi Clara, skandal ini bukan sekadar urusan viral di media sosial. Ada harga diri, nama baik keluarga, dan masa depan anak-anak yang dipertaruhkan. Sunan Kalijaga menegaskan bahwa kliennya adalah korban nyata dari perilaku buruk sang suami.

“Klien kami di sini mengadu karena dia merasa adalah seorang korban dari satu peristiwa adanya dugaan hubungan suaminya dengan wanita lain yang sedang melakukan aktivitas video call sex atau dikenal VCS yang kemarin sempat ramai,” jelas Sunan.

Menurut Sunan, dampak dari kejadian ini telah merusak sendi-sendi kehidupan kliennya. “Apa yang dia alami sangat merugikan, artinya merugikan rumah tangganya juga, merugikan secara nama baiknya, merugikan pekerjaannya. Pada saat peristiwa itu sempat sama suami pisah ya, lalu juga nama baik dan anak-anaknya,” lanjutnya.

Baca Juga :  5 Peran Inspiratif Perempuan dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi di Masyarakat

Akhir dari Sebuah Kemewahan

Ironisnya, keretakan ini terjadi hanya berselang kurang dari satu tahun setelah pernikahan mewah mereka di sebuah hotel berbintang di Jakarta pada Agustus 2025. Lexa, yang dikenal sebagai pengusaha tambang mineral serta pemilik bisnis rental mobil mewah Lex Premium Class, kini harus menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah melayangkan gugatan cerai pada 14 April 2026 lalu.

Kini, Clara Shinta menyerahkan sepenuhnya langkah hukum berikutnya kepada tim pengacara. Di tengah hiruk-pikuk somasi miliaran rupiah dan pengkhianatan, ia hanya ingin memastikan bahwa haknya sebagai warga negara dan seorang ibu tetap terlindungi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com