Penutupan Jalan Cikampak Picu Lesunya Ekonomi Warga Sekitar

0
Suasana Jalan Raya Cikampak, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea tampak lengang tanpa lalu lalang kendaraan, dampak penutupan jalan akibat longsor yang belum selesai diperbaiki. Kondisi ini membuat sejumlah pelaku UMKM di sepanjang jalan tersebut kehilangan pembeli dan mengalami penurunan omzet. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR- Penutupan total Jalan Raya Cikampak, Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor selama berbulan-bulan tak hanya melumpuhkan aktivitas transportasi, tetapi juga memukul roda ekonomi warga di sekitarnya.

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan dari lalu lalang kendaraan kini harus menghadapi kenyataan pahit: sepinya pembeli.

Sejak akses utama tersebut tidak bisa dilalui akibat longsor, arus kendaraan baik roda dua maupun roda empat praktis terhenti.

Baca Juga :  ‎Musrembang Desa Bojongjengkol, Sampah Selesai di Rumah

Dampaknya terasa langsung bagi para pedagang di sepanjang RW 06 Desa Bojongrangkas.

Jalan yang dulunya ramai kini lengang, menyisakan deretan warung dengan aktivitas minim.

Mamat Beken, pedagang Soto Bogor, mengaku pendapatannya anjlok drastis sejak jalan ditutup. Ia bahkan mempertimbangkan untuk tidak berjualan sementara waktu karena biaya operasional tak sebanding dengan pemasukan.

Sejumlah pekerja dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor melakukan perbaikan Jalan Raya Cikampak, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, yang mengalami longsor. Proses pengerjaan dilakukan dengan penggalian dan pemasangan struktur penahan untuk memperkuat badan jalan agar kembali aman dilalui kendaraan. Foto : Ist

“Kalau jalan ditutup total, pembeli hampir tidak ada. Mau jualan juga jadi rugi,” keluhnya.

Hal serupa dirasakan Ahmad, pemilik warung kelontong di kawasan tersebut. Ia menyebut penurunan omzet terjadi sejak longsor membuat jalan tak lagi bisa dilintasi kendaraan. Menurutnya, keberlangsungan usaha kecil di wilayah itu sangat bergantung pada mobilitas pengguna jalan.

Baca Juga :  Menteri Kebudayaan Serukan Pentingnya Menggali Identitas Bangsa Lewat Budaya

“Kalau yang lewat sepi, otomatis yang beli juga tidak ada,” ujarnya.

Saat ini, pengendara yang hendak menuju Kecamatan Pamijahan atau sebaliknya dialihkan melalui jalur alternatif Dramaga Pratama. Sementara itu, perbaikan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor masih terus berlangsung dengan melibatkan alat berat.

Baca Juga :  Tujuh Siswa SMA Negeri 1 Ciampea Tertimpa Ruang Kelas yang Roboh

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV, Yudi Mariadi, menjelaskan bahwa proses penanganan longsor masih berada pada tahap penutupan material jalan yang amblas. Selanjutnya, akan dilakukan pengerasan serta pemasangan balok beton guna memperkuat struktur jalan.

“Kami mohon masyarakat dan pengguna jalan bersabar. Setelah pemasangan balok beton, baru dilanjutkan dengan pemadatan lapisan atas jalan,” jelasnya.***