
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Desa Bojongjengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. mengelar Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrembang) Desa di aula kantor Desa .
Musrembang Tahun 2025 yang dihadiri Camat Ciampea, BPD, dan para perangkat RT, RW, LPM, Katar dan kader PKK difokuskan ke penanganan sampah dan ketahanan pangan.
Tahun depan, Pemdes Bojongjengkol menargetkan persoalan sampah Selesai Di Rumah . Sampah rumah tangga tidak lagi dibuang ke TPAS Galuga atau ke sungai akan tetapi dikelola oleh masing-masing rumah tangga jadi pakan budidaya Margot.
Kepala Desa Bojongjengkol
Awaludin Marifatullah mengungkapkan Musrenbang desa Bojongjengkol yang dihadiri Camat, BPD, Katar, PKK dan para Ketua RT tak lain untuk penetapan RKPdesa tahun 2026.
Tahun 2026, Desa Bojongjengkol lebih fokus ke program ketahan pangan dan penanganan sampah.
Ketika berbicara infrastruktur di Desa seperti Jalan Lingkungan (Jaling) di lima tahun masa kepemimpinan dirinya sebagai Kepala Desa. Persoalan Jaling sudah tuntas di angka 90 persen, artinya sudah tidak ada lagi Jaling yang beralaskan tanah.
”Di tahun 2026, Fokus pemerintah Desa Bojongrangkas lebih kedua dua bidang yakni progam ketahanan pangan dan penanganan sampah,” ujar Awaludin.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada penanganan sampah secara utuh.
Tahun 2026, Pemdes Bojongjengkol memiliki formulasi yang kongkrit akan penanganan sampah rumah tangga yakni “Sampah Selesai Di Rumah”.
Teknisnya, setiap rumah bakal diberikan tempat sampah. Nanti, mereka bisa memilah langsung mana sampah organik dan sampah plastik sehingga sampah rumah tangga tidak lagi dibuang ke TPAS Galuga.
Selain itu, setiap rumah tangga bakal diberikan bantuan budidaya Margot. Sampah organik yang terkumpul bisa digunakan untuk pakan Maggot.
”Masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai atau ke kali . Persoalan sampah teratasi sampai di tingkat Rumah dan terpenting volume sampah di TPAS Galuga bisa berkurang,” tukasnya.***
Wartawan : Andreas













