NARASITODAY.COM,JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari dunia religi dan konten kreator tanah air. Hanny Kristianto secara resmi mengonfirmasi telah mencabut sertifikat mualaf milik dokter sekaligus YouTuber kenamaan, Richard Lee. Meski demikian, Hanny memberikan garis bawah tebal bahwa tindakan ini adalah urusan administratif dan tidak bermaksud mengintervensi status keimanan seseorang di hadapan Tuhan.
Di balik pencabutan tersebut, tersingkap sederet polemik yang selama ini tersembunyi dari sorot kamera, mulai dari klaim undangan ulama internasional hingga konsistensi dalam menjalankan ibadah wajib.
Benarkah Diundang Zakir Naik?
Salah satu poin utama yang diklarifikasi Hanny adalah pernyataan Richard Lee yang mengaku diundang oleh Dr. Zakir Naik untuk mengisi konten podcast. Menurut Hanny, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Ia menyebut pihak Richard Lee yang justru berupaya keras mendapatkan akses bertemu ulama asal India tersebut.
“Jadi ini ada satu kejadian yang mana dibalik sama Richard Lee. Seolah-olah, coba lihat, ‘Oh saya diundang sama Zakir Naik untuk podcast‘. Nggak, nggak, Zakir Naik nggak pernah ngundang. Beliau sampai komplain, ‘Lo, yang minta datang, minta bertemu dengan Zakir Naik itu Richard Lee’,” ungkap Hanny dalam wawancara daring, Selasa (5/5/2026).
Hanny bahkan membeberkan detail perjalanan menuju Malaysia, di mana tim kreatif Richard menemuinya di studio televisi untuk meminta bantuan akses. “Bahkan tiket itu kami beli sendiri. Bisa bayangin nggak tiket itu dia di VIP, semuanya ditaruh di ekonomi,” tambahnya.
Antara Konten dan Kewajiban Ibadah
Di balik hingar-bingar angka subscriber dan konten yang viral, Hanny menyoroti sisi fundamental dari perjalanan spiritual seorang mualaf, yakni salat. Ia menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke apartemen Richard Lee, di mana ia sering kali harus mengingatkan sang dokter untuk menunaikan kewajiban lima waktu.
“Mulai zuhur sampai magrib, dan bukan nggak pernah, saya bilang, ‘Ayo kita salat’,” tutur Hanny.
Persoalan ini kian memanas setelah seorang figur bernama Doktif membuat sayembara di media sosial bagi siapa saja yang memiliki bukti foto atau video Richard Lee sedang melaksanakan salat Jumat. Hanny menilai, sebagai publik figur dengan pengikut jutaan, seharusnya bukti sederhana seperti itu mudah ditemukan jika memang dilakukan.
Pendidikan Mualaf yang Terabaikan
Hanny menegaskan bahwa dalam Islam, tidak ada dispensasi bagi mualaf untuk meninggalkan salat dengan alasan masih baru mempelajari agama. Baginya, komitmen menjalankan syariat dimulai sejak kalimat syahadat diucapkan.
“Ketika seseorang syahadat itu, langsung diingatkan kamu harus salat wajib. ‘Bersediakah kamu menjalankan salat?’. ‘Iya’,” tegas Hanny.
Ia pun mengenang momen saat memberikan sertifikat mualaf kepada Richard, di mana ia menyertakan buku panduan tata cara salat sebagai bekal awal. “Kalau mau salat ya tinggal buka YouTube, atau waktu itu saya bilang, ‘Salatnya di masjid aja ikutin orang’,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Richard Lee belum memberikan tanggapan resmi terkait pencabutan sertifikat mualaf maupun rentetan pernyataan yang disampaikan oleh Hanny Kristianto. Kini, publik pun bertanya-tanya seberapa jauh mana sebuah perjalanan spiritual dapat terdokumentasi secara tulus tanpa tergerus oleh kebutuhan konten semata?.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














