NARASITODAY.COM,JAKARTA – Banyak orang pernah merasakan tubuh pegal, lemas, dan kurang bertenaga setelah begadang semalaman. Kondisi ini sering dianggap sebagai konsekuensi biasa akibat kurang tidur. Namun, di balik rasa pegal yang muncul, terdapat sejumlah faktor biologis yang memengaruhi kondisi tubuh saat waktu istirahat berkurang.
Kurang tidur tidak hanya membuat seseorang mengantuk, tetapi juga dapat mengganggu proses pemulihan otot, keseimbangan hormon, hingga meningkatkan peradangan dalam tubuh. Berikut lima pemicu badan pegal setelah begadang yang perlu diketahui.
1. Proses Pemulihan Otot Tidak Berjalan Optimal
Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses perbaikan jaringan, termasuk pemulihan otot yang mengalami kelelahan setelah beraktivitas sepanjang hari. Ketika seseorang begadang, waktu yang seharusnya digunakan untuk regenerasi sel menjadi berkurang.
Akibatnya, otot tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk pulih sehingga tubuh terasa pegal dan tidak nyaman saat bangun atau beraktivitas keesokan harinya.
2. Peningkatan Hormon Stres
Kurang tidur dapat memicu peningkatan produksi hormon stres, seperti kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam waktu tertentu dapat membuat tubuh merasa lebih tegang dan meningkatkan sensitivitas terhadap rasa nyeri.
Kondisi ini menyebabkan rasa pegal lebih mudah muncul, bahkan pada bagian tubuh yang sebelumnya tidak mengalami aktivitas berat.
3. Terjadinya Peradangan Ringan dalam Tubuh
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons peradangan dalam tubuh. Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala yang terlihat jelas, peradangan ringan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada otot dan sendi.
Inilah sebabnya mengapa sebagian orang merasa seluruh badan terasa sakit atau pegal setelah semalaman tidak tidur.
4. Posisi Duduk atau Beraktivitas yang Kurang Baik
Begadang sering kali dilakukan sambil bekerja, bermain gim, menonton, atau menggunakan gawai dalam waktu lama. Aktivitas tersebut kerap membuat seseorang duduk dengan posisi yang tidak ideal selama berjam-jam.
Kurangnya pergerakan dan postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan ketegangan pada leher, bahu, punggung, hingga pinggang yang kemudian memicu rasa pegal saat pagi hari.
5. Dehidrasi dan Kurangnya Asupan Nutrisi
Saat begadang, sebagian orang cenderung mengonsumsi kopi, minuman berkafein, atau camilan tinggi gula tanpa memperhatikan kebutuhan cairan tubuh. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi ringan.
Kekurangan cairan dan nutrisi penting dapat memengaruhi fungsi otot serta sirkulasi darah, sehingga tubuh lebih mudah merasa lelah dan pegal setelah begadang.
Kurang Tidur Bukan Sekadar Mengantuk
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh. Jika kebiasaan begadang dilakukan terus-menerus, risiko gangguan kesehatan seperti penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, hingga masalah metabolisme dapat meningkat.
Untuk mengurangi rasa pegal setelah kurang tidur, disarankan mencukupi kebutuhan istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, melakukan peregangan ringan, serta menjaga pola makan yang seimbang. Dengan begitu, tubuh dapat pulih lebih cepat dan kembali berfungsi secara optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














