NARASITODAY.COM, LOS ANGELES – Skuad Tim Nasional Sepak Bola Iran resmi menginjakkan kaki di Amerika Serikat menjelang laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026 pada Senin (15/6/2026) pagi WIB.
Kedatangan tim asuhan Amir Ghalenoei di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) ini terjadi dalam momentum yang dramatis, bersamaan dengan pengumuman kesepakatan damai mengejutkan antara Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran.
Timnas Iran mendarat pada Minggu (14/6/2026) pukul 16.11 waktu setempat setelah melakukan penerbangan dari Tijuana, Meksiko. Ini merupakan momen perdana para pemain Iran memasuki wilayah hukum Amerika Serikat sepanjang pergelaran turnamen akbar tersebut.
Pengawalan Ketat di Balik Barikade Kawat Berduri
Langkah kaki para pemain Iran saat keluar dari pintu bandara langsung disambut oleh atmosfer yang kontras dan penuh tekanan. Di balik pembatasan visa yang ketat, kepulangan mereka ke hotel tim harus melewati barikade keamanan yang masif akibat gelombang aksi unjuk rasa yang telah mengepung jalanan Los Angeles.
Demonstrasi penolakan terhadap pemerintah Iran mewarnai rute perjalanan tim, mulai dari kawasan stadion di dekat Bandara LAX hingga ke area depan hotel tempat tim menginap. Untuk mengantisipasi kericuhan, pihak kepolisian memblokir trotoar jalan dan memasang kawat berduri yang membentang di sepanjang fasad hotel. Di bawah pengawalan bersenjata lengkap, bus tim melaju perlahan menembus riuhnya kepungan demonstran.
Sebelumnya, timnas Iran terpaksa menjalani nasib terlunta-lunta dengan bolak-balik antara Meksiko dan AS. Kebijakan ketat Washington yang sempat menolak visa skuad membuat Iran hanya diizinkan memasuki wilayah AS satu hari sebelum pertandingan dimulai, dan diwajibkan langsung angkat kaki kembali ke Meksiko begitu peluit panjang akhir laga dibunyikan.
Sesuai jadwal, Iran akan melakoni laga perdana mereka di Grup G melawan Selandia Baru pada Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB, sebelum direncanakan kembali terbang ke Meksiko.
Babak Baru Diplomasi Lewat Media Sosial
Namun, rutinitas melelahkan lintas batas negara tersebut berpeluang besar segera berakhir. Di saat para pemain bersiap di kamar hotel mereka, sebuah pengumuman geopolitik besar diledakkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Senin (15/6/2026) dini hari WIB melalui platform media sosial Truth miliknya.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua! Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade AL Amerika Serikat,” tulis Trump.
Sinyal berakhirnya ketegangan militer dan ekonomi ini juga dikonfirmasi langsung oleh pihak Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, membeberkan bahwa draf nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara yang bertikai tersebut telah mencapai final. Jika tidak ada aral melintang, dokumen perdamaian bersejarah itu akan ditandatangani secara resmi pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













