Dua Warga Meninggal Akibat Letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara

0
Gunung Dukono
Ilustrasi Letusan Gunung Dukono.Foto : Ist

NARASITODAY.COM, HALMAHERA UTARA – Pagi yang tenang di Halmahera Utara berubah mencekam saat Gunung Dukono tiba-tiba menggeliat hebat pada Jumat (8/5/2026). Dentuman dari perut bumi disusul semburan abu pekat setinggi 10 kilometer ke angkasa bukan sekadar tontonan alam yang megah, melainkan membawa kabar duka bagi warga di kaki gunung.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa letusan yang terjadi pukul 07.41 WIT tersebut memakan korban jiwa. Berdasarkan laporan terkini, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Tragedi di Radius Bahaya

Hingga saat ini, identitas para korban masih dalam proses pendataan, namun duka mendalam telah menyelimuti operasi penyelamatan. Tim BPBD dan aparat setempat terus berpacu dengan waktu di tengah hujan abu yang menyelimuti wilayah utara.

Baca Juga :  Mengapa Hidung Tersumbat di Malam Hari? Pahami 5 Penyebabnya Sekarang!

“Berdasarkan informasi dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang,” kata Erlichson kepada CNN Indonesia, Jumat pagi.

Erlichson menambahkan bahwa nasib satu korban yang hilang masih menjadi misteri. Tim gabungan belum bisa memastikan apakah korban tersebut masih bertahan hidup di tengah kepungan material vulkanik atau telah menyusul dua korban lainnya.

Langit Hitam di Level Waspada

Data dari pos pengamatan menunjukkan dahsyatnya letusan pagi ini. Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara. Meskipun semburan mencapai ketinggian fantastis yakni 10.000 meter, status Gunung Dukono saat ini masih bertahan di Level II (Waspada).

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Dorong Retribusi Sampah Digital untuk Tingkatkan PAD

Pemandangan langit yang menggelap akibat abu vulkanik menjadi pengingat nyata bagi masyarakat akan bahaya yang mengintai di sistem pernapasan. Otoritas setempat pun telah mengeluarkan larangan keras bagi siapa pun untuk mendekati Kawah Malupang Warirang.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk menjauh dan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Jaro Ade, Dari Desa Menuju Puncak Kepimpinan Kabupaten Bogor

Tragedi ini menjadi tamparan bagi pengawasan jalur pendakian. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan lagi oleh pendaki yang nekat masuk tanpa izin melalui jalur-jalur tikus.

“Petugas gabungan akan memperketat pengawasan terhadap jalur-jalur pendakian supaya tidak ada pendaki yang mendaki tanpa izin,” tegas Erlichson.

Selain pengetatan jalur, warga di sekitar lereng Gunung Dukono diminta untuk selalu mengenakan masker atau penutup hidung guna menghindari ancaman ISPA akibat abu vulkanik. Di tengah kepulan asap yang masih membumbung tinggi, harapan kini tertuju pada tim penyelamat yang tengah menyisir medan sulit demi menemukan satu nyawa yang masih hilang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com