
NARASITODAY.COM, BARCELONA – Gemuruh di Spotify Camp Nou pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB bukan sekadar perayaan kemenangan biasa. Keberhasilan Barcelona menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor 2-0 tidak hanya memastikan trofi Liga Spanyol 2025/2026 jatuh ke tangan Blaugrana, tetapi juga menjadi awal dari pengejaran sejarah yang lebih besar.
Di bawah asuhan Hansi Flick, Barcelona kini berdiri kokoh di puncak klasemen dengan 91 poin dari 35 laga. Meski gelar juara sudah dalam dekapan, Flick menegaskan bahwa pasukannya belum akan menurunkan gigi.
Memburu Angka Keramat
Dalam atmosfer euforia juara, pelatih asal Jerman tersebut langsung menetapkan standar baru: mencetak 100 poin. Rekor ini adalah wilayah langka yang hanya pernah dijejaki oleh Real Madrid pada 2012 dan Barcelona sendiri pada 2013.
Dengan tiga pertandingan tersisa melawan Alaves, Real Betis, dan Valencia, menyapu bersih kemenangan adalah harga mati jika ingin menyentuh angka keramat tersebut.
“Kami ingin mencapai 100 poin. Itu masih mungkin. Ini adalah tujuan selanjutnya,” ucap Flick sebagaimana dikutip dari ESPN.
Sentuhan disiplin Flick tampak jelas. Baginya, trofi di tangan bukanlah alasan untuk bersantai, melainkan landasan untuk membangun dominasi yang absolut di kancah domestik sebelum musim berakhir.
Keberhasilan mengunci gelar LaLiga di pekan ke-35 hanyalah babak pembuka dari visi jangka panjang Flick. Mantan pelatih Bayern Munchen ini sadar betul bahwa dahaga para pendukung Barcelona tidak hanya terobati dengan gelar lokal, melainkan kembalinya takhta tertinggi di Eropa.
Flick secara terbuka menyatakan bahwa bidikan berikutnya adalah trofi “Si Kuping Besar” pada musim mendatang. Ia ingin membawa Barcelona kembali ke level di mana seluruh dunia segan terhadap kekuatan mereka.
“Kami ingin memberikan lebih banyak untuk klub ini. Kami ingin mencapai level berikutnya. Dan saya tahu semua orang di Barcelona ingin memenangkan Liga Champions. Semoga kami bisa mencapai tujuan ini,” ujar Flick.
Kekuatan untuk Bermimpi
Bagi Flick, kesuksesan musim ini adalah bahan bakar untuk ambisi yang lebih liar. Ia melihat skuad mudanya memiliki potensi untuk terus berkembang melampaui ekspektasi.
“Inilah yang selalu saya inginkan, berjuang untuk mewujudkan mimpi. Saya rasa kita punya lebih banyak mimpi. Ini bagus untuk musim depan,” tambahnya dengan nada optimis.
Kini, seluruh mata tertuju pada tiga laga pamungkas. Apakah Barcelona akan mengakhiri musim sebagai juara biasa, atau sebagai juara legendaris yang menggenapkan catatan 100 poin sebagai modal kuat menantang Eropa tahun depan? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau dalam beberapa pekan ke depan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com












