Israel Kirim Baterai dan Personel Iron Dome ke UEA untuk Melindungi dari Serangan Iran

0
Iran
Ilustrasi Bendera kecil UEA (Uni Emirat Arab) dan Israel.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TEL AVIV – Sisa-sisa ketegangan perang dengan Iran, sebuah pemandangan tak lazim terjadi di Semenanjung Arab. Militer Israel dilaporkan telah mengirimkan baterai sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel militernya untuk bersiaga di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah luar biasa ini diungkapkan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah konferensi di Universitas Tel Aviv, Selasa (12/5/2026). Pengiriman teknologi militer paling rahasia dan canggih milik Israel ke negara Arab ini menjadi tonggak sejarah baru dalam arsitektur keamanan Timur Tengah.

Peristiwa ini menonjolkan bagaimana sebuah perjanjian politik bernama Abraham Accords yang ditandatangani pada 2020 silam, kini berubah menjadi payung perlindungan militer yang nyata. Huckabee tak segan melontarkan pujian atas keberanian UEA dalam menjalin hubungan dengan Israel.

Baca Juga :  Tongkol Bumbu Cabai dan Tomat, Resep Rahasia Gurih dan Segar di Setiap Gigitan

“Bolehkah saya mengucapkan sepatah kata apresiasi, penghargaan mendalam, dan kekaguman terhadap Uni Emirat Arab?” ujar Mike Huckabee di hadapan para peserta konferensi.

Menurutnya, kehadiran Iron Dome di tanah Emirat adalah buah manis dari kerja sama yang sebelumnya dianggap mustahil oleh banyak pihak.

“Mereka anggota Abraham Accords yang pertama, tapi lihat manfaat yang mereka peroleh. Israel baru saja mengirimkan baterai dan personel Iron Dome untuk membantu pengoperasiannya. Kok bisa? Karena ada hubungan yang luar biasa antara UEA dan Israel berdasarkan Abraham Accords,” tambahnya.

Baca Juga :  KANNI Soroti Pelanggaran Penggunaan APD di Proyek Kantor Kecamatan Leuwisadeng

Kebutuhan UEA akan sistem pertahanan udara yang mumpuni bukanlah tanpa alasan. Sejak pecahnya konflik yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu, negara kaya minyak ini menjadi sasaran empuk serangan balasan dari Republik Islam tersebut.

Meskipun gencatan senjata telah dinyatakan berlaku sejak bulan lalu, Abu Dhabi melaporkan bahwa ancaman belum sepenuhnya sirna. Serangan rudal dan drone sporadis masih kerap membayangi langit Emirat, menjadikan Iron Dome sebagai kebutuhan mendesak untuk melindungi infrastruktur vital dan warga sipil.

Baca Juga :  Israel Tingkatkan Intensitas Serangan Udara di Suriah Satu Tahun Setelah Assad Tumbang

Pergeseran Poros Kekuatan

Sebagai sekutu utama AS di kawasan, langkah UEA yang memilih bersandar pada teknologi pertahanan Israel menunjukkan pergeseran poros kekuatan yang signifikan. Sejak masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, UEA telah memposisikan diri sebagai pionir normalisasi hubungan antara dunia Arab dan Israel.

Kini, kerja sama tersebut tidak lagi hanya sebatas perdagangan atau pariwisata, melainkan sudah merambah ke garis depan pertahanan fisik. Kehadiran personel militer Israel di UEA menjadi sinyal kuat bagi Teheran bahwa aliansi ini siap menghadapi ancaman bersama, sekaligus membuktikan bahwa peta geopolitik Timur Tengah telah berubah secara permanen.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com