NARASITODAY.COM, TEHERAN – kesunyian malam dan suasana geopolitik yang masih dibalut ketegangan, warga di sekitar ibu kota Iran dikejutkan oleh guncangan alam. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,6 dilaporkan menggetarkan wilayah dekat kota Pardis, sebelah timur Teheran, pada Selasa (12/5/2026) malam waktu setempat.
Pusat Seismologi Iran mencatat aktivitas tektonik ini terjadi tepat pada pukul 23.46 waktu setempat (20.16 GMT). Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 10 kilometer, getaran gempa merambat cukup luas hingga melintasi batas provinsi.
Getaran di Dua Provinsi
Peristiwa ini terasa dari bagaimana kepanikan kecil sempat melanda warga di apartemen-apartemen tinggi di Teheran dan Karaj. Titik koordinat gempa yang berada di perbatasan Provinsi Teheran dan Mazandaran sekitar 41 kilometer dari pusat ibu kota membuat guncangan terasa nyata bagi warga yang sedang beristirahat.
Getaran dilaporkan menjangkau hingga kota Karaj yang berjarak 77 kilometer dari pusat gempa, serta beberapa kota di pesisir utara Provinsi Mazandaran.
Tanpa Kerusakan, Tanpa Kaitan Militer
Meski sempat memicu kekhawatiran akan dampak kerusakan bangunan, laporan awal dari otoritas setempat membawa kabar lega. Media pemerintah Iran, IRIB, segera merilis pernyataan untuk menenangkan publik.
“Belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut,” demikian petikan laporan dari IRIB mengacu pada penilaian cepat tim tanggap darurat di lapangan.
Selain masalah keamanan fisik, sempat muncul spekulasi di media sosial mengingat posisi Iran yang saat ini berada dalam tensi militer yang sangat tinggi di Timur Tengah. Namun, para ahli seismologi menegaskan bahwa ini adalah murni fenomena alam. Hingga saat ini, tidak ada indikasi maupun bukti yang menunjukkan bahwa guncangan tersebut berasal dari aktivitas militer atau serangan bersenjata di wilayah Iran.
Alam yang Tak Kenal Konflik
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di luar kemelut konflik manusia yang sedang terjadi di kawasan tersebut, ancaman bencana alam tetap menjadi realitas yang harus dihadapi. Pasca-gempa, situasi di kota Pardis dan sekitarnya berangsur normal, meskipun otoritas kebencanaan tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam skala yang lebih kecil.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














