Shimane Diguncang Gempa Beruntun M 6,2, Warga Terperanjat di Tengah Aktivitas Pagi

0
utara Chili
Ilustrasi Seismometer adalah alat pendeteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SHIMANE – Ketenangan pagi di Prefektur Shimane, Jepang, mendadak berubah menjadi kepanikan sesaat ketika bumi di bawah kaki mereka berguncang hebat. Pada Selasa (6/1/2026) pukul 10.18 waktu setempat, sebuah gempa kuat berkekuatan magnitudo (M) 6,2 memaksa warga menghentikan aktivitas dan mencari perlindungan di bawah meja serta struktur bangunan yang kokoh.

Meski Jepang merupakan negara yang akrab dengan aktivitas seismik, guncangan kali ini terasa cukup menghentak, meninggalkan getaran yang menggoyang gedung-gedung perkantoran dan rumah tinggal di wilayah barat tersebut.

Baca Juga :  Klasemen Akhir Piala Asia U-17 2026 Ditetapkan Setelah Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Jepang

Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera merilis data terkait skala guncangan ini. Berdasarkan laporan The Japan Times, guncangan tersebut mencapai intensitas kuat 5 pada skala seismik Jepang sebuah tingkatan yang mampu membuat benda-benda jatuh dari rak dan menyebabkan kerusakan pada dinding yang tidak diperkuat.

Belum sempat warga menarik napas lega, alam kembali menguji kesiagaan mereka. Hanya berselang sepuluh menit, tepatnya pukul 10.28 waktu setempat, gempa susulan dengan magnitudo 5,1 kembali terjadi.

“Guncangan susulan ini terukur pada intensitas bawah 5 pada skala seismik Jepang,” tulis laporan resmi JMA terkait rentetan peristiwa tersebut.

Baca Juga :  30 Tewas Akibat Rekor Hujan Ekstrem di Brasil

Di tengah kekhawatiran akan kemungkinan datangnya gelombang besar dari pesisir, otoritas meteorologi Jepang bergerak cepat memberikan kepastian. Kabar baiknya, meski pusat gempa berada di daratan Prefektur Shimane, tidak ada anomali air laut yang terdeteksi.

Otoritas meteorologi Jepang menegaskan bahwa baik gempa utama maupun gempa susulan tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami, sehingga “tidak dikeluarkan peringatan gelombang laut untuk wilayah pesisir di sekitar lokasi gempa.”

Baca Juga :  Mindanao Diguncang Gempa M 7,7, BMKG Tetapkan Status Siaga dan Waspada Tsunami di Indonesia Timur

Hingga laporan ini diturunkan, suasana di Shimane dan sekitarnya mulai berangsur tenang, meski kewaspadaan tetap ditingkatkan guna mengantisipasi gempa susulan lainnya. Para petugas darurat terus melakukan penyisiran di area-area terdampak untuk memastikan keamanan infrastruktur penting.

“Belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut,” tutup laporan resmi pemerintah setempat. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap barang-barang di dalam rumah yang mungkin tidak stabil akibat guncangan beruntun tadi pagi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com