Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Barat Daya China, Menewaskan Dua Orang dan Memaksa Ribuan Mengungsi

0
gempa
Ilustrasi alat pendeteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LIUZHOUKesunyian malam di wilayah Guangxi, China Barat Daya, seketika berubah menjadi kepanikan massal saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah tersebut pada Senin (18/5/2026) dini hari.

Bencana alam yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap ini menewaskan dua orang, merobohkan belasan bangunan, dan memaksa lebih dari 7.000 warga di Kota Liuzhou berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke pengungsian. Hingga fajar menyingsing, deru sirine ambulans dan alat berat masih mewarnai upaya pencarian di sela-sela puing.

Baca Juga :  Comeback Gemilang! Amri/Nita Taklukkan Tuan Rumah di China Open 2025

Dua Korban Jiwa dan Belasan Rumah Roboh

Berdasarkan laporan resmi dari stasiun televisi pemerintah CCTV dan kantor berita Xinhua, dua orang warga dipastikan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, tim penyelamat juga mengevakuasi empat orang korban luka-luka ke rumah sakit terdekat. Beruntung, tim medis menyatakan bahwa luka yang dialami keempatnya tidak mengancam jiwa.

Gempa yang berpusat di kedalaman dangkal ini juga meluluhlantakkan infrastruktur warga. Sedikitnya 13 bangunan dilaporkan roboh seketika pada Senin dini hari, meninggalkan tumpukan bata dan beton yang kini tengah disisir oleh tim penyelamat (SAR) demi memastikan tidak ada korban lain yang terjebak.

Baca Juga :  Peta Gempa 2024 Ungkap 14 Zona Megathrust, Potensi Guncangan Capai Magnitudo 9

Jalur Kereta Diperiksa, Pasokan Energi Aman

Dampak gempa juga meluas ke sektor transportasi publik. Otoritas perkeretaapian China langsung mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi gangguan jadwal perjalanan di wilayah terdampak.

Langkah ini diambil karena tim teknis harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur rel guna memastikan tidak ada keretakan atau pergeseran struktur infrastruktur yang membahayakan perjalanan kereta.

Baca Juga :  Korban Tewas Gempa Kembar di Venezuela Naik Jadi 4.490 Jiwa, Ribuan Warga Masih Mengungsi

Meski jalur transportasi kereta sempat terhambat, pemulihan pasca-gempa di sektor fasilitas publik berjalan relatif cepat. Media pemerintah China menyebutkan bahwa jaringan komunikasi, aliran listrik, pasokan air bersih dan gas, serta arus lalu lintas jalan raya di wilayah terdampak masih mampu bertahan dan beroperasi secara normal.

Saat ini, fokus utama otoritas Kota Liuzhou adalah mendistribusikan bantuan logistik bagi lebih dari 7.000 pengungsi yang harus bermalam di tenda-tenda darurat, sembari terus bersiaga menghadapi kemungkinan adanya gempa susulan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber