HAS Pictures Resmi Tindak Ratu Sofya Secara Hukum Setelah Penolakan Promosi dan Kontroversi Adegan Intim

0
Ratu Sofya
aktris muda Ratu Sofya.Foto : tabloidbintang.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA — Rumah produksi HAS Pictures resmi melayangkan somasi terhadap aktris muda Ratu Sofya. Langkah hukum ini diambil setelah sang aktris diduga kuat menolak untuk terlibat dalam rangkaian agenda promosi film terbaru mereka yang bertajuk Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Polemik ini seketika memanas setelah Ratu Sofya secara terbuka menyuarakan keberatannya atas adegan intim di dalam film yang membuatnya merasa tidak nyaman dan tereksploitasi.

Selain masalah adegan di depan kamera, Ratu Sofya juga sempat mengutarakan bahwa dirinya merasa dieksploitasi oleh pihak keluarganya sendiri. Tekanan beruntun itulah yang disinyalir menjadi pemantik utama di balik keputusannya untuk menarik diri dari aktivitas promosi film.

Namun, alasan personal tersebut langsung ditepis oleh kubu HAS Pictures. Kuasa hukum rumah produksi, Takwa, menegaskan bahwa kemelut domestik antara sang aktris dan keluarganya sama sekali bukan menjadi urusan maupun tanggung jawab perusahaan.

Baca Juga :  Sarwendah Salah Tingkah saat Ditanya Soal Giorgio Antonio: “YTT Aja Deh”

“Artinya ketika ada masalah komunikasi, apa pun yang berkaitan terkait dengan hubungan keluarga, ayah-anak, ibu-anak. Tidak ada beban kewajiban kami untuk itu, tidak ada ranah kami untuk memasuki hal itu,” kata Takwa saat memberikan keterangan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.

Antara Kontrak Kerja dan Batasan Pornografi

Di balik gemerlapnya industri sinema, komitmen di atas kertas adalah segalanya. Takwa menjelaskan bahwa pihak manajemen produksi hanya menuntut satu hal dari Ratu Sofya: memenuhi seluruh poin kewajiban yang telah ditandatanganinya secara sah dalam kontrak kerja sama. Sebelum surat peringatan ini bergulir, HAS Pictures mengklaim telah memberikan ruang dan kesempatan bagi Ratu untuk meluruskan keadaan.

Baca Juga :  Hyun Bin Naikkan Berat Badan 14 Kg demi Peran di Drama Made in Korea

Pihak rumah produksi pun tidak main-main. Jika jalan damai menemui jalan buntu dan ditemukan adanya unsur pelanggaran pidana dalam polemik ini, mereka siap menyeret kasus tersebut ke meja hijau. Kendati demikian, pintu komunikasi masih sedikit terbuka.

“Tapi untuk itu, kita akan lihat apakah masih ada iktikad baik dari seorang Safira Ratu Sofya terkait dengan apa yang diperjanjikan dalam film ini,” lanjutnya.

Membela Estetika Film dari Tudingan Miring

Sentuhan ketegangan lain muncul seputar perdebatan adegan intim yang memicu trauma bagi sang aktris. Pihak HAS Pictures secara tegas membantah tuduhan liar yang menyebut adanya unsur mengeksploitasi tubuh atau pornografi, baik selama proses syuting di lokasi maupun pada hasil akhir tayangan film nanti. Mereka menggarisbawahi bahwa semua adegan diambil dengan menghormati norma hukum.

Baca Juga :  Karya Anak Bangsa “Jam 3.14” Bersinar di Ajang Film Internasional JWC 2025

“Jika berkaitan dengan hal-hal yang pornografi, dalam penayangan film nanti, bahkan dalam produksi film ini nanti, tidak ada yang berkaitan dengan pornografi. Karena, kami pun sadar dalam pembuatan film ini tentu harus mengikuti tata krama undang-undang yang telah ditetapkan terkait dengan perfilman,” jelasnya panjang lebar.

Kini, HAS Pictures memberikan peringatan keras. Jika konflik internal keluarga tetap dijadikan tameng oleh Ratu Sofya untuk mangkir dari tanggung jawab profesionalnya terhadap rumah produksi, maka langkah hukum lanjutan yang lebih tegas dipastikan akan segera bergulir.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com