Panggang India Selatan, Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 16 Warga di Telangana

0
India
Ilustrasi seorang wanita yang sedang duduk.Foto : Istock

NARRASITODAY.COM, NEW DELHIGelombang panas ekstrem yang melanda India kian mencapai titik mengkhawatirkan. Di Telangana, wilayah India Selatan, atmosfer terasa bagai panggangan raksasa setelah suhu udara meroket hingga menembus 45C. Sengatan suhu sekstrem ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya 16 nyawa akibat serangan panas (heat stroke).

Kondisi saking panasnya bahkan tidak mereda saat matahari terbenam. Warga nyaris tidak memiliki ruang untuk bernapas lega karena suhu minimum pada malam hari pun tetap bertahan di angka yang tinggi. Menyikapi situasi kritis ini, pemerintah setempat langsung menetapkan status siaga satu.

“Intensitas panas telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Pendapatan Telangana, Ponguleti Srinivasa Reddy, dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Jonatan Christie Jadi Satu-Satunya Wakil Indonesia di Final India Open 2026

Reddy menginstruksikan seluruh pejabat di Telangana untuk bergerak cepat menyebarkan peringatan dini dan mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan darurat selama gelombang panas berlangsung.

Bahaya Mengentalnya Darah

Di tengah udara yang menyengat, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa cuaca ekstrem ini bukan sekadar memicu rasa gerah biasa. Tubuh yang terpapar panas ekstrem rentan mengalami dehidrasi akut. Kondisi ini berbahaya karena dapat menyebabkan darah mengental, dan pada skenario terburuk, memicu kegagalan fungsi organ tubuh yang fatal.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Daerah Telangana mengeluarkan imbauan tegas. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil diminta untuk tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas luar rumah pada siang hari, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak.

Baca Juga :  Investigasi Kecelakaan Maut Maskapai Air India Masih Belum Final, Rilis Laporan Sementara Dijadwalkan

Rekor Konsumsi Listrik dan Bayang-Bayang Batu Bara

Kondisi ini sejalan dengan prediksi Departemen Meteorologi India pada awal pekan, yang memperkirakan suhu di atas normal akan menyapu sejumlah wilayah. Di ibu kota New Delhi dan kota-kota penyangganya, suhu konisten bertengger di atas 40C Dampaknya, warga yang berhamburan menyalakan alat pendingin membuat konsumsi listrik melonjak tajam hingga memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ironisnya, krisis iklim yang dihadapi India ini bak lingkaran setan. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, India saat ini berstatus sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di bumi. Ironisnya, untuk mendinginkan warganya dari amukan cuaca ekstrem ini, India masih sangat bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit listriknya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Lepas Keberangkatan 435 Calon Jemaah Haji Kloter 47 JKS

Pemerintah India sendiri sebenarnya telah berkomitmen untuk mencapai ekonomi dengan emisi nol bersih (net zero emissions). Namun, target tersebut baru dicanangkan pada tahun 207 —dua dekade lebih lambat dibandingkan mayoritas negara-negara industri di Barat.

Gelombang panas tahun ini menjadi alarm keras berikutnya bagi India, setelah rekor suhu tertinggi dalam sejarah negara tersebut pernah menyentuh angka brutal 51C di Phalodi, Rajasthan, pada tahun 2016 silam.

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com